Sabtu, 13 Mei 2017

Bintang Sirius dalam al-Quran

Bintang Sirius.
Sirius adalah bintang paling terang dilangit malam apabila dilihat dari bumi. Terletak di rasi bintang Canis Major dan merupakan sebuah tata surya yang hanya memiliki dua bintang saja (bintang kembar), yaitu Sirius A dan Sirius B.
Dalam bahasa Arab disebut aš-šyi‘rā (الشعرى)  dalam astronomi Islam.
Sistem orbit bintang ini mengelilingi satu sama lain membentuk busur panah ganda. Lama satu siklus orbit bintang ini adalah 49,9 tahun.
Dalam al-Qur'an bintang sirius terdapat pada surah An-najm.
"dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra".(QS. An Najm, 49)
Namun ada yang menarik pada ayat sebelumnya di surat yang sama;
"maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi)".(QS. An Najm, 9)
Seperti yang kita ketahui bahwa bintang Sirius merupakan bintang yang mengorbit satu sama lain dengan membentuk dua busur panah.  Perhatikan An-najm;9, sangatlah cocok seperti apa yang di jelaskan dalam al-Quran yaitu membentuk dua ujung busur panah.
Kemudian lama edar orbit kedua bintang ini, ketika  mengelilingi satu sama lain melintasi satu siklus orbit yang membentuk busur ganda setiap 49,9 tahun. An-najm: 49 dan 9.
Allahu a'lam.

ALASAN BELAS KASIH RASULULLAH TERHADAP NON MUSLIM

Ayat yang memerintahkan perang (Ayat al Qital) turun hanya untuk membalas orang-orang kafir yang memerangi umat Islam saja, bukan untuk memulai perang. Ayat perang dalam Surat Al Baqarah adalah surat Madaniyyah yang turun setelah 14 tahun mendapat perlakuan tidak baik dari orang kafir dan umat Islam belum boleh untuk membalas. Para shahabat sebenarnya sudah geram melihat perlakuan orang kafir dan ingin membalas, namun karena belum turun perintah perang maka shahabat harus bersabar dan bertahan menghadapi perlakuan orang kafir. Pribadi Rasulullah  adalah pribadi yang belas kasih terhadap orang kafir.

Rasulullah bersikap demikian karena Rasulullah sudah pernah menyaksikan betapa pedihnya siksa neraka dan betapa nikmatnya hidup di surga. Rasulullah merasa kasihan apabila orang-orang kafir harus mati tidak terselamatkan dalam keadaan kafir. Salah besar jika Rasulullah digambarkan sebagai nabi yang keras terhadap orang-orang kafir. Yang bersikap keras terhadap orang kafir adalah para shahabatnya, karena shahabat tidak pernah menyaksikan sendiri pedihnya siksa dalam api neraka. Sehingga ketika membaca Q.S. Al Fath ayat 29:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.”

Yang tepat pada kalimat “Muhammadur Rasulullah” adalah dibaca waqaf (berhenti) bukan washal (meneruskan bacaan), sebab yang “Asyidda’u ‘Alal Kuffar” (keras terhadap orang-orang kafir) adalah orang-orang yang bersama nabi (shahabat). Shahabat dibanding umat Islam sekarang lebih keras umat Islam sekarang.

Ketika turun perintah untuk perang para shahabat sangat senang sekali sedangkan Rasulullah SAW sangat sedih sekali. Kesedihan Rasulullah SAW disebabkan jika orang-orang kafir diperangi dan mati maka mati dalam keadaan kafir dan kelak masuk dalam api neraka selamanya. Rasulullah SAW masih berharap imannya orang-orang kafir. Kepada orang kafir saja Rasulullah sangat belas kasih apalagi terhadap umat Islam. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al Anbiya’ ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (107)

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Tanda diterimanya Puasa Ramadhan

من علامات قبول الصيام ستة
Enam tanda diterimanya Puasa
1- إخلاص العبادة لله وحده: ، 
1. Ibadah ikhlas hanya karena Allah semata.
قال الله تعالى في سورة البينة: « وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ » [البينة:5]
"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk."
وقال تعالى في سورة الأنعام: « قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ » [الأنعام:162].
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam"
وعن أبي أمامة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إن الله تعالى لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصًا، وابتُغِيَ به وجهُه». [صحيح الجامع: 1856].
Dari abi amamah ra. Rasul bersabda: "tidak diterima amal seseorang kecuali di dalamnya ada keikhlasan."

2- تقوى الله تعالى في السر والعلن: قال الله تعالى:
2. Taqwa kepada Allah dlm keadaan rahasia (sendiri) atau dlm keadaan ramai (publik)
«إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ» [المائدة:27].
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”
قال الله تعالى في أول آية من آيات الصيام من سورة «البقرة»: «يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ» [البقرة:183]
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

3- صوم الأعضاء والجوارح عن ارتكاب المعاصي
3. Menahan anggota badan dari dr perbuatan maksiat

(الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ)(الرعد28 )
"orang-orang yang beriman hati mereka tentram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tentram" [QS Ar-Ra’d: 28].

Dan termsuk tanda diterimanya puasa adalah engkau membenci maksiat dan mendekatinya dan berdoa kepada Allah supaya menjauhkanmu darinya.

jika Allah menerima ketaatanmu, Dia memudahkanmu untuk melakukan amalan lain yang sebelumnya tidak dalam persangkaanmu, bahkan Dia menjauhkanmu dari maksiat meskipun engkau dekat dengannya. Allah Ta’alaa berfirman:

(فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى{5} وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى{6} فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى{7} وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى{8} وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى{9} فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى{10}) الليل:5-10).

"Maka barangsiapa memberikan hartanya dan bertakwa, dan membenarkan pahala yang terbaik, maka kami mudahkan dia kepada jalan menuju kemudahan. Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup, dan mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkannya jalan menuju kesukaran" [QS Al-Lail: 5-10].

4- الدعاء بقبول العبادات: شهر رمضان شهر إجابة الدعاء كما بشّرنا الله عز وجل، حيث قال: «شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (185) وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ» [البقرة:185].
4. Berharap diterimanya Ibadah

Bulan Ramadhan, bulan ijabahnya doa. Sbgaimna Allah tlah mmbrikan kbar gmbira kpd kita dlm firman-Nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (185)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ» [البقرة:185]
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

5- المداومة على العمل الصالح بعد رمضان
5. Membiasakan amal shalih walaupun setelah ramadhan usai.
Kebanyakan manusia bertaubat sedangkan dia selalu mengatakan: sesungguhnya aku tahu bahwa aku akan kembali. Jangan katakan seperti itu, tetapi katakan: Insya Allah saya tidak akan kembali. Dan memohon pertolongan kepada Allah dan berazam untuk tidak kembali lagi.
Diantara petunjuk Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam adalah konsisten dalam amal shalih sebagaimana dalam hadits:
فعن عائشة- رضي الله عنها - قالت: (كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا عمل عملاً أثبته) رواه مسلم.
Dari Aisyah radhiallahu anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila mengerjakan suatu amalan beliau menetapkannya.” (HR Muslim)

Amalan yang paling dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل). متفق عليه.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (Muttafaqun ‘alaihi)

6.قلب سليم
6. Hati yg bersih
Hati yang bersih adalah bekal terbaik ketika menghadap Allah, hati yang bersih pula sebagai indicator diterima amal seseorang atau tidak.
Firman Allah:

يوم لا ينفع مال ولا بنون ( 88 ) إلا من أتى الله بقلب سليم 89

"(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." ( As Syuara: 88-89 )
قال محمد بن سيرين : القلب السليم أن يعلم أن الله حق ، وأن الساعة آتية لا ريب فيها ، وأن الله يبعث من في القبور .

Muhammad bin Sirin berkata: “ Al Qalbu As Salim adalah hati yang mengetahui kebenaran Allah, tidak ragu akan hari kiamat, dan hari kebangkitan dari alam kubur.

وقال سعيد بن المسيب : القلب السليم : هو القلب الصحيح ، وهو قلب المؤمن; لأن قلب [ الكافر و ] المنافق مريض ، قال الله : ( في قلوبهم مرض  البقرة : 10
Said bin Musayib berkata; “al qalbu As Salim adalah: hati yang sehat dan tidak berpenyakit, yaitu hati orang mukmin, karena hati orang munafik terindikasi penyakit. Seperti firman Allah: “didalam hati mereka ada penyakit ( 2:10 )

Kin ieu sambungkeun sareng anu قلب رحيم pa haji. Jd rada nga bahas deui tanda hati anu سليم teh di dunia mah bisa di kanyahokeun ku anu tanda-tanda org beriman tea.

Cintanya Sahabat kepada Baginda Rasulullah saw

Kecintaan Mereka terhadap Manusia Agung.

Saya selalu terharu dan Iri hati kepada mereka yang pernah melihat kemuliaan wajahnya, kesucian jiwanya, kelembutan tutur katanya, kedamaian prilakunya.

Kecintaan para sahabat kepada baginda Nabi saw menggambarkan kepada kita semua, bahwa betapa agung dan sempurnanya fisik dan jiwa baginda Nabi saw.

Banyak teks yang shahih yang dapat kita baca kembali, mengingat kembali, memperbaharui kembali kecintaan kita kepada baginda Nabi saw.

Sebagian kecil bukti kecintaan mereka terhadap Nabi saw, diantaranya; Mereka selalu berebut untuk menyentuh Nabi saw, sampai-sampai pernah pada saat Nabi saw sedang haji, keledainya disentuh-sentuh oleh sebagian dari mereka yang tidak kebagian menyentuh Nabi saw, mereka berkata, “beruntunglah keledai ini telah diduduki oleh sayyidul anām sayyidul anbiyāi al-mursalīn".

Mereka selalu berebut sisa dari minuman Nabi saw, Bahkan mereka hampir-hampir bertengkar karena memperebutkan sisa air wudhu Nabi saw. Seperti saya temukan dalam shahih Bukhari;
wa idzā tawadhdha’a an-Nabiyyu saw kādū yaqtatilūna ‘alā wudhū’ihi

Jumat, 12 Mei 2017

Muhammad saw. Sang Pembaharu


Muhammad saw. Sang Pembaharu Tatanan Sosial

Paham kolektif manusia dalam mengenal baginda Rasulullah adalah beliau sebagai seseorang yang membawa pesan Ilahi.

Sejak permulaan sejarah, dunia telah banyak mengenal pembaharu pada setiap waktu dan tempatnya, tetapi tak ada satu pun pembaharu itu yang mampu menyamai Rasulullah di dalam melaksanakan perubahan-perubahan yang begitu revolusioner dalam suatu masyarakat yang dinaungi kegelapan dan hampir mati sebagai manusia.

Lantas apa saja pembaharuan yang dibawa oleh sang Pembaharu ini?

Ketika baginda Rasulullah hadir ke dunia ini, kita ketahui bahwa masyarakat Arab pada saat itu dalam masa-masa terbodohnya.

Seluruh kehidupan sosial Arab terjerumus ke dalam kenistaan dan pelanggaran-pelanggaran sosial. Penyembahan berhala-berhala dan politeisme, mabuk, judi, zina, merupakan tatanan-tatanan yang bersifat umum pada waktu itu.

Tak kalah menarik bagi mereka adalah membunuh bayi-bayi perempuannya. Kaum wanita adalah kaum paling rendah derajatnya, dan merupakan kehinaan dalam masyarakat Arab, mereka tak mempunyai hak sosial dan hukum.

Baginda  Rasulullah memahami betul bahwa masyarakat Arab harus menghilangkan ketidakadilan sosial dan menghapuskan kelas-kelas sosial dalam masyarakat.

Apabila kita melihat sejarah, diantara para tokoh dan pembaharu besar dalam sejarah manusia gagal memperhatikan persoalan perempuan atau bahkan meremehkannya sama sekali.

Rasulullah adalah satu-satunya tokoh dan pembeharu besar yang sangat memperhatikan nasib kaum perempuan serta meninggikan harga diri dan hak-hak sosial mereka. Pembaharuan ini menyebabkan wanita memperoleh tempat yang sama dengan laki-laki di dalam melaksanakan hak-hak sosial dan hukum serta fungsi-fungsinya.

Untuk pertama kalinya, dalam hukum waris hak perempuan diakui, tidak hanya dalam kekayaan orang tuanya, akan tetapi dalam harta kekayaan suaminya juga. Beliau mewajibkan laki-laki untuk memenuhi seluruh kebutuhan material perempuan sampai dengan memberi mereka hak untuk menuntut biaya perawatan anak-anak dan menentukan mahar perkawinan.

Ketentuan ini merupakan cara untuk menjamin status ekonomi perempuan dalam menghadapi ketidakpastian masa depan mereka. Persamaan hukum dan agama antara laki-laki dan perempuan yang diberikan oleh Islam adalah factor yang memberi kekuatan sosial (social force) dan menjamin kemerdekaan sejati perempuan terhadap laki-laki yang cenderung bersikap otoriter terhadap mereka.

Sebelumnya, gadis-gadis tidak memiliki pilihan apapun tentang perkawinannya. Atas pembaharuan ini, sekarang perempuan diberikan kebebasan untuk memilih calon suami mereka. Karena dalam pandangannya, perkawinan sebagai suatu kontrak sosial yang diadakan oleh kedua belah pihak di atas dasar persamaan dan dengan persetujuan bebas dari kedua belah pihak.

Sebelumnya, hak untuk menceraikan suami bagi mereka adalah suatu hal yang mustahil. Tetapi sekarang mereka diberi hak untuk menceraikan suami mereka dengan syarat-syarat tertentu. Walau mereka diperingatkan untuk memilih jalan lain, seperti sabdanya; “Hal yang halal yang paling tidak disukai Allah adalah perceraian.”

Paham sementara sebagian orang seolah Rasulullah adalah pencetus poligami. Nyatanya, Rasulullah mengizinkan dan bukan mewajibkan. Adapun hal itu tidak diciptakan oleh Islam, tetapi adat kebiasaan yang telah lama timbul di Arabia, karena jumlah perempuan lebih besar dan mereka kekurangan laki-laki karena sering terjadi peperangan antar suku.

Akhirnya Rasulullah mengatur system yang buruk ini dan menetapkan pembatasan-pembatasan yang keras atasnya. Laki-laki boleh mengawini wanita dua atau tiga atau empat, tetapi jika tak sanggup berlaku adil, maka kawinilah satu saja.

Ini jelas pemabatasan atas terjadinya poligami, segalanya harus diperhitungkan baik buruknya. Andai konteksnya seperti itu, maka boleh kawini lebih dari satu-empat, tetapi dengan berbuat adil, kalaupun tidak bisa, maka satu saja. Masalahnya, berbuat adil bagi laki-laki yang memiliki istri lebih dari satu adalah suatu hal yang sukar dilakukan.

Pada proses Pembaharuannya itu, banyak sekali air mata sucinya membasahi bumi.

Baginda Rasulullah yang jiwanya mulia yang diberkahi semangat Ilahi, perasaannya yang suci dan murni itu tak jarang mendapatkan siksaan yang bersifat verbal, baik caci maki, melontarkan kata-kata kotor nan menjijikan yang terdengar oleh jiwa yang mulia itu.

Tidak ada yang lebih berbahaya, tidak ada makhluk yang lebih mengerikan dan menjijikan daripada cacing-cacing yang berwawasan sempit yang bergeliat-geliat dalam habitatnya yang busuk dan tengik.

Apa yang saya kemukakan dari berbagai penjelasan yang lalu, pembaharuan tatanan sosial yang dilakukan oleh baginda Rasulullah mengenai Isu perempuan yang peka dan sedikit rumit dalam sudut pandang Islam dengan pemikiran saya.

Sebenarnya, Islam menentang adanya diskriminasi gender, secara bersamaan pula Islam menentang persamaan gender. Artinya, Islam tidak menghendaki adanya diskriminasi gender tetapi Islam juga tidak mengharapkan persamaan gender.

Lantas apa yang ingin dicapai Islam melalui sang Pembaharu ini?

Yang ingin dicapai Islam (sang Pembaharu) dalam pemikiran saya adalah menempatkan keduanya pada kedudukan alamiahnya masing-masing dalam suatu tatanan sosial.

Diskriminasi gender merupakan kejahatan, pun demikian dengan persamaan gender sebagai penyesatan. Peradaban menentang yang pertama, dan aturan alam menentang yang kedua.

Alam tidak pernah menganggap perempuan lebih rendah ataupun sama dengan laki-laki. Aturan alam menentukan keduanya sebagai perpaduan yang saling melengkapi dalam tatanan sosial.

Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah
Seorang tawanan perang dari Syam (Suriah), suratan Nasib membawanya ke rumah Khadijah binti Khuwailid, kemudian Ia menyerahkan Zaid kepada suaminya Rasulullah saw.

Ayahnya Haritsah, orang terhormat dari Syam mendatangi Mekah untuk mencari anak tersayangnya itu. Akhirnya ditemukanlah Zaid, dan Ia bermaksud membaskan anaknya itu dari Tuannya. Muhammad saw. sama sekali tidak keberatan mengembalikan Zaid kepada ayahnya. Tetapi Zaid menolak ajakan Ayahnya tsb, Ia lebih bahagia hidup sebagai budak Rasulullah drpd hidup dalam kebebasan.

Zaid berkata kepada ayahnya yg mengalami banyak penderitaan dalam upaya pencarian  anaknya itu:
"Aku melihat dalam raut wajah Muhammad secercah cahaya dan kemurnian yg tdk mungkin terpisah dari hatiku."

Memahami Konflik Suriah


Memahami konflik Suriah, banyak dari kita kurang memperhatikan (analisis) keadaan sesungguhnya yang terjadi di Suriah. Kita hanya mencerna berita-berita secara langsung, yang akhirnya kita ikut-ikutan terbawa emosi (karena merasa saudara se-agama), kita menjadi ikut-ikutan menyalahkan pihak yang mungkin sebenarnya mereka adalah pejuang-pejuang yang menyelamatkan banyak Muslim di Palestina.

Memahami Konflik Suriah memang begitu rumit, setelah beberapa tahun peperangan yang tanpa henti itu, menimbulkan 4 kubu berbeda. Tiap kubu mendapatkan bantuan dari luar negeri dan tentu tiap bantuan memiliki kepentingan-kepentingan berbeda, siapa yang mereka bantu dan siapa yang mereka perangi.
Kubu pertama, Kubu Pemerintahan Bashar Assad termasuk di dalamnya (Iran, Rusia, Hizbullah).
Kubu kedua, Pemberontak/Jabhat Nusra/Al-Qaeda termasuk didalamnya (Saudi, Turki, Jordania, USA)
Kubu ketiga, ISIS.
Kubu keempat, Kurdi.

Sebenarnya, pemicu utama terjadinya peperangan di Suriah yang tanpa henti itu, dan sekarang menjadi Negara paling gersang dan begitu anti kemanusian adalah……
Pidato Bashar Assad dalam Konferensi Gaza – Liga Arab, di Doha 2009. Di depan para penguasa Arab.
Sedikit dalam pidatonya, Assad mengajak seluruh Muslim untuk membantu rakyat Palestina dengan berbagai cara diantaranya, menutup semua kedutaan Israel, memutuskan segala bentuk hubungan, baik secara langsung atau tidak langsung dengan Israel, embargo segala yang berhubungan dengan Israel.
Dan terbukti dalam beberapa tahun ke belekang, Suriah menjadi satu-satunya Negara yang benar-benar peduli terhadap Palestina.

Melihat Jahiliyah di Sekitar Kita

Sebenarnya jahiliyah itu tak ada sangkut-pautnya dengan suatu zaman atau periode tertentu. Kalau kedatangan Islam itu memberantas kebiasaan jahiliyah, bukan berarti zaman Jahiliyah ini menjadi selesai. Sehingga zaman Jahiliyah ini dianggap sebagai zaman kebodohan pra Islam, zaman yg telah lewat dan kadaluarsa yg sudah mati dibilas habis oleh ajaran Islam.

Jahiliyah ini benar-benar lepas dari pengertian zaman/periode tertentu. Ini jelas terlihat dalam kutipan ayat Al-Qur’an berikut ini,
إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِه

"Ketika orang-orang yang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan jahiliyah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya,.. "

Ayat ini jelas membandingkan jahiliyah dengan ketenangan/menahan diri (sakinah). Tidak lantas Allah itu menurunkan Pengetahuan/kepintaran untuk menentang kesombongan Jahiliyah mereka, tapi Allah turunkan kpd baginda Rasul saw. itu ketenangan.

Maka, ini menandakan bahwa sebenarnya kata jahil (Jhl/bodoh) bukanlah lawan kata dari 'ilm (kepintaran)  melainkan "hilm" yang berarti sifat menahan diri, pengertian yg mendalam, toleran,

Jadi, Jahiliyah itu bukan mengenai kebodohan zaman tertentu, tapi Jahiliyah adalah perwujudan dari rasa kecongkakan suku semakin kuat, semangat balas dendam tak berkesudahan, membenarkan diri dan kelompoknya kemudian menyalahkan kelompok yg lain, membiasakan diri dengan sifat kasar dan kejam, membiarkan nafsu tak terkendali.
Dan tentu jahiliyah itu bisa terjadi sebelum Islam bahkan setelah kedatangan Islam.

Rabu, 07 Mei 2014

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

10 Tahun setelah kenabian, pengikut Rasul hanya berjumlah 120 orang. Akhir dari kepedihan dakwah Rasul bersama para sahabat sebelum hijrah, ketika Kaum Quraisy memboikot dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang membela Rasul, dan mereka di tempatkan di sebuah jurang Syi'ib bani Ali. Dalam keadaan yang susah seperti itu, Paman Nabi Abu Thalib, yang senantiasa membela, menjaga Nabi, Meninggal dunia. 3 bulan kemudian, Istri tercinta Khadijah binti Khuwailid wafat. Pada saat itu Nabi sangat mengalami kesedihan yang mendalam ('Amul Huzni).

Sulitnya mengajak orang-orang Mekah untuk menyembah Allah yang esa, Kemudia Rasul SAW berpikiran untuk berdakwah ke kota lain, dan pilihan jatuh ke kota Thaif (80 KM selatan Mekah), penduduknya suku bani Tsaqif, kepala sukunya abdu Yalel. Berangkatlah Rasul SAW bersama seorang sahabatnya Zaid bin Haritsah. Singkat cerita, setelah Rasul menetap bersama Zaid selama satu bulan di Thaif, tak ada satupun yang mengikuti Rasul, tak ada satupun yang mengucapkan 2 kalimat syahadat, tak ada satupun yang menerima dakwah Rasul SAW. Bukan hanya itu, Rasul dicaci maki dengan kata-kata kotor, bahkan tokoh-tokoh Thaif mengumpulkan Preman-preman dan pemuda-pemuda untuk mengusir Rasul dari Thaif dengan cara melempari Rasul SAW dengan batu, dikatakan bahwa kedua sandal Rasul, merah berlumuran darah. Para Malaikat menawarkan diri kepada Rasul seraya berkata : " Muhammad, Kamu berdoalah kepada Allah, agar Allah memerintahkan saya untuk menghancurkan orang-orang Thaif " Malaikat itu berkata kembali : " berdoalah seperti Nabi Nuh, ketika 950 tahun hanya 80 orang pengikutnya, dan Allah kirim Air bah kepada umatnya. berdoalah seperti Musa, ketika bani Israel itu meminta di pertemukan dengan Allah langsung, supaya mereka beriman, kemudian di siang hari bolong orang-orang yang berkata seperti itu, tersambar petir. Nah seperti Nuh dan Musa yang tegas"
Kemudian Rasul berdoa : "اللهمّ اهد قومي فإنّهم لا يعلمون" " Ya Allah, berilah petunjuk kepada Kaumku (Thaif) sungguh mereka itu tidak tau".

Dengan berlumuran darah Rasul keluar dari kota Thaif, diperjalanan Rasul SAW beristirahat di bawah pohon anggur milik Athobah bin Robi'ah, dan yang menjaga kebun anggur itu budaknya yang bernama Addas. Addas terheran-heran ada dua orang berdarah-darah, Addas pun bertanya :"Siapa kalian dan kenapa kalian berdarah-darah". Diceritakanlah oleh Rasul bahwa dirinya adalah Nabi, dan menceritakan kejadian di Thaif. Addas berkata : " kalau begitu kamu adalah saudaraku ya Muhammad" Rasul bertanya : " kamu dari mana ?" Addas menjawab : " Aku dari Ninawa, saya keturunan Yunus ibn Mata (Nabi Yunus)". Kemudian Rasul di sediakan Anggur.

Sesapainya di Mekah, pada malam harinya Ketika Nabi sedang berbaring di Masjidil Haram dengan kesedihan yang mendalam sepulang dari Thaif. Datanglah Jibril atas Undangan Allah untuk menjemput Rasul, dari masjidil Haram Nabi diberjalankan ke Masjidil Aqsa, di Masjidil Aqsa Nabi disambut Para Nabi sebelumnya dan Ribuan malaikat, salah satu Nabi mengusulkan untuk shalat berjamaah dan Rasul SAW menjadi Imamnya, para Nabi dan Malaikat menyetujuinya. (Ya Allah engkau ciptakan Manusia yang agung ini menjadi Nabi kami, beruntunglah kami menjadi umatnya.)

Setelah shalat berjamaah Nabi diangkat dari Masjidil Aqsa ke Langit pertama, dan beliau bertemu dengan Nabi Adam. Nabi Adam bertanya kepada Jibril : " Jibril siapakah itu ?" JIbril menjawab : " Inilah Muhammad anakmu itu" Adam berkata : " Keselamatan bagimu, sungguh kau adalah anak terbaikku". Kemudian Nabi SAW naik ke langit selanjutnya dengan sambutan yang membahagiakan, dan memuliakan, sampai ke langit ke enam bertemu Musa Kallamullah dan langit ke tujuh bertemu Ibrahim Khalilullah. 
Sesampainya Nabi di Sidratul Muntaha, beliau berhadapan langsung dengan Allah. Disebutkan jaraknya itu "Qoba Kausain auadna" (Sekira Dua busur) di Malail 'ala, serentak Rasul tidak melihat apa-apa kecuali melihat Allah SWT.
Keindahan apapun, tidak akan lebih indah ketika Mahluk bertemu Khaliq. Andai saja Rasul itu manusia biasa, mungkin ia akan tetap tinggal disana, dari pada kembali ke dunia yang fana ini, tapi Rasul memilih kembali.

Berat sekali perjalananmu yang demikian itu Wahai Tuanku, risalah yang kau bawa, kini hanya jadi bacaan saja bagi kami yang bodoh ini. Kini kami mengucapkan shalawat untukmu, hanya sebatas untuk ritual agama saja, bukan karena benar cinta padamu.Rasa cinta kami kepadamu terkalahkan oleh cintanya kami kepada dunia ini. Maafkan Kami, disisa umur ini, semoga Allah senantiasa mengarahkan hati kami kepadamu.

Hanya ringkasan perjalanan Nabi yang singkat ini yang bisa saya Tulis, kado untukmu NabiKu.
Lebih rinci perjalanan Nabi SAW, semoga Allah memberi kuasanya untuk menuliskan Kisah Rasul SAW berikutnya.
Bagi teman-teman yang mau menyumbangkan pengetahuannya tentang perjalanan hidup Rasul SAW, bisa ditulis di komentar, yang kemudian kita rekap dan semoga menjadi sebuah tulisan singkat yang membuktikan kecintaan kita kepada Rasul tuan kita.

Post. Ahmad Fajar Bellamy

Selasa, 17 Desember 2013

Catatan Hitam Tertulis Kembali (Selamat Jalan)


Kala itu raut mukanya yang manis seraya memperlihatkan kepadaku cahayanya
kemudian ia berkata " Hanan (panggilan mesra aku dan dia), Ini lagu yang aku suka " tanpa aku ketahui, ia menyimpan
lagu itu dilaptop untuk aku dengarkan, awal mulanya tanpa ada rasa curiga,
hanya saja dilihat dari potongan liriknya, itu adalah lagu tentang perpisahan.
Aku selalu ingin berprasangka baik tentang segala seusuatu yang ia lakukan.
Namun apakah kalian tau ?
Lagu "selamat jalan" menjadi ucapan perpisahan darinya.
Kini daun yang dulunya aku berikan dalam keadaan segar,
Namun sekarang daun yang aku berikan, kini benar-benar telah mengering.
Dulu dengan ikhlas dan penuh kasih aku berikan bunga sebagai simbol,
betapa kasihku kepadanya melebihi apa yang aku punya.
Namun seperti itulah, bagaimanapun kebohongan yang ia lakukan,
akan selalu aku maafkan.
kemudian kebohongan yang ini menjadi sukar untuk aku bisa memaafkan,
harus diingat keridhoan Tuhan ada dalam Ridhonya orang Tua,
Namun apabila kamu tidak setuju dengan pilihan orang tuamu, hanya tinggal 
bicara "Aku sudah memiliki laki-laki yang akan menyayangiku, ayah, ibu, dan keluarga kita, jadi terimalah dia"
Namun lain halnya ketika orang tua memaksakan laki-laki lain, dan kamu mulai memiliki rasa 
terhadap laki-laki yang menjadi pilihan orang tuamu.
Dan Maaf kini aku benar-benar tidak akan bisa mendengar kata maafmu lagi, 
semoga saja diakhirat nanti, segala urusan didunia yang tidak terselesaikan, 
kita bisa menyelesaikannya. 
Amiiin.......
To My Hanan
Akan jadi kisah terindah, pertemuan kita.
sampai nanti kita ceritakan kepada masing-masing anak cucu kita

Ya Allah sungguh kami tidak tahu apa-apa dengan masalah ini.
Engkau yang maha Mengetahui, 
jadi berilah kami cahaya.
Kami bukanlah apa-apa tanpa cahayamu.

Buat yang penasaran sama lagunya bisa langsung di klik disini
Lagunya minor banget, bikin hati tersayat-sayat dah pokoknya



De Java – Selamat Jalan
aku mencintaimu
sepenuh hati ini
takkan bisa terganti
cintamu
engkau hilangkan dahagaku
sirami jiwaku
engkau begitu berarti
untukku
chorus :
tapi dirimu tak lagi bersamaku
kau telah pergi dan tak kembali
aku rapuh tanpa cintamu
aku haus kasihmu
terlambai tanganku untukmu
selamat jalan
permaisuri hatiku
semoga damai
hidup keduamu disana ohhh
back to chorus
selamat jalan
permaisuri hatiku
teriring untaian doa
untuk dirimu
ooooooohhh hoooooooo
tapi kini kau pergi
disaat ku ingin memberikan cinta terbaik
untukmu yeeeeeeaah
selamat jalan
permaisuri hatiku
semoga damai
hidup keduamu disana

Senin, 09 Desember 2013

IMAN KEKUATAN PENGONTROL


Di antara karunia yang dilimpahkan Allah Swt. kepada manusia, iman merupakan
karunia terbesar bagi kita. Sebab imanlah yang telah menjadikan kita
sebagai umat yang beruntung, yang terpilih, dan memiliki peluang terbesar
untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Allah secara tegas berfirman dalam al-Qur'ân:

"Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman." (Qs. Al-Mu'minûn; 1)
"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia." (Qs. Alî 'Imrân;
110)
"Dan apakah orang yang sudah mati hatinya, kemudian Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang -yang dengan cahaya itu dia dapat
berjalan di tengah-tengah manusia, (apakah) sama dengan orang yang
keadaannya berada dalam gelap-gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar
dari kegelapan itu?"
Tapi sayang, di antara kita banyak yang kurang serius
memanfaatkan nikmat ini, banyak yang kurang serius untuk memperoleh
kebahagiaan di dunia dan akhirat secara bersamaan. Ada yang hanya serius
berusaha memperoleh kebahgiaan di akhirat semata, dan ada yang hanya serius
memperoleh kebahagiaan di dunia saja. Intinya, keimanan kita seringkali cuma
teori dan basa-basi belaka.
Kalau salah satu merk rokok, yang hanya merupakan kenikmatan duniawi tidak
seberapa, berani mengiklankan diri sebagai: "Bukan basa-basi", layakkah
dalam hal keimanan kita mau berbasa-basi. Iman yang bukan basa-basi adalah
iman yang hidup dan berdaya.. Iman yang mampu menjadi kekuatan penunjuk,
kekuatan penggerak, kekuatan pengontrol, dan kekuatan penyejuk.
Akan tetapi, dari sejumlah kekuatan utama iman ini, yang paling menonjol
adalah fungsinya sebagai kekuatan pengontrol. Iman yang hidup dan berdaya
mampu menghindarkan pribadi yang bersangkutan dari perbuatan jahat,
mengendalikannya dengan tali takwa, dan menjauhkannya dari perbuatan dosa
serta nista. Baik yang tampak maupun tersembunyi.
Imanlah yang selalu membuat hidup seorang mukmin lekat pada
pengawasan Allah Swt., ingat akan perhitungan hari akhir, serta ingat akan
pahala dan siksa. Dengan demikian, iman menjadi pengawas bagi pribadi yang
bersangkutan; mengarahkannya sebelum melakukan perbuatan, menimbangnya
setelah perbuatan, dan mencelanya apabila melakukan penyimpangan.
Iman seperti inilah yang telah mengontrol Nabi Yusuf as.
sehingga mampu menepis syahwat yang terlarang. Padahal ketika dirayu oleh
isteri perdana menteri yang juga tuannya, Nabi Yusuf tengah berada di usia
remaja dan dorongan kelelakian yang kuat. Namun saat rayuan perempuan itu
menjadi-jadi, Nabi Yusuf selalu menghindar dan berkata, "Aku berlindung
kepada Allah, dan sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik."
Ketika gagal merayu Yusuf secara halus, perempuan cantik
tersebut mulai mengancam dengan kasar. Karena menurut hematnya, barangsiapa
yang tidak tergoda oleh bujuk rayu, mungkin akan luluh oleh ancaman. Isteri
perdana menteri yang cantik ini berkata di hadapan perempuan-perempuan
istana: "Sungguh, aku telah menggoda dia untuk tunduk kepadaku, tapi dia
menolak. Namun jika dia tetap menolak, aku akan memenjarakannya, dan dia
akan termasuk golongan orang-orang yang hina."
Akan tetapi, dengan iman yang kokoh dan hidup, Yusuf yang
rupawan tidak bergeming. Ia berlindung kepada Tuhannya seraya berkata:
"Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan
perempuan-perempuan itu. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari tipu daya
mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi ajakan mereka, dan tentulah
aku termasuk orang-orang yang bodoh."
Iman yang mampu menjadi kekuatan pengontrol dapat juga kita
temukan dalam kisah seorang sufi agung, Ibrahim bin Adham. Suatu hari,
Ibrahim bin Adham didatangi oleh seseorang yang sudah sekian lama hidup
dalam kemaksiatan, sering mencuri, selalu menipu, dan tak pernah bosan
berzina.
Orang ini mengadu kepada Ibrahim bin Adham, "Wahai tuan guru,
aku seorang pendosa yang rasanya tak mungkin bisa keluar dari kubangan
maksiat. Tapi, tolong ajari aku seandainya ada cara untuk menghentikan semua
perbuatan tercela ini?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "Kalau kamu bisa selalu berpegang
pada lima hal ini, niscaya kamu akan terjauhkan dari segala perbuatan dosa
dan maksiat. Pertama, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka
usahakanlah agar Allah jangan sampai melihat perbuatanmu itu."
Orang itu terperangah, "Bagaimana mungkin, Tuan guru, bukankah
Allah selalu melihat apa saja yang diperbuat oleh siapapun? Allah pasti tahu
walaupun perbuatan itu dilakukan dalam kesendirian, di kamar yang gelap,
bahkan di lubang semut pun."
"Wahai kisanak, kalau yang melihat perbuatan dosa dan maksiatmu
itu adalah tetanggamu, kawan dekatmu, atau orang yang kamu hormati, apakah
kamu akan meneruskan perbuatanmu? Lalu mengapa terhadap Allah kamu tidak
malu, sementara Dia melihat apa yang kamu perbuat."
Orang itu tertunduk, "katakanlah yang kedua, Tuan guru!"
"Kedua, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, maka
jangan pernah lagi kamu makan rezeki Allah."
Pendosa itu kembali terperangah, "Bagaimana mungkin, Tuan guru,
bukankah semua rezeki yang ada di sekeliling manusia adalah dari Allah
semata? Bahkan, air liur yang ada di mulut dan tenggorokanku adalah dari
Allah jua."
Ibrahim bin Adham menjawab, "Wahai kisanak, masih pantaskah kita
makan rezeki Allah sementara setiap saat kita melanggar perintahNya dan
melakukan laranganNya? Kalau kamu numpang makan kepada seseorang, sementara
setiap saat kamu selalu mengecewakannya dan dia melihat perbuatanmu,
masihkah kamu punya muka untuk terus makan darinya?"
"Sekali-kali tidak! Katakanlah yang ketiga, Tuan guru."
"Ketiga, kalau kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat,
janganlah kamu tinggal lagi di bumi Allah."
Orang itu tersentak, "Bukankah semua tempat ini adalah milik
Allah, Tuan guru? Bahkan, segenap planet, bintang dan langit adalah milikNya
juga."
Ibrahim bin Adham menjawab: "Kalau kamu bertamu ke rumah
seseorang, numpang makan dari semua miliknya, akankah kamu cukup tebal muka
untuk melecehkan aturan-aturan tuan rumah itu sementara dia selalu tahu dan
melihat apa yang kamu lakukan?"
Orang itu kembali terdiam, air mata menetes perlahan dari
kelopak matanya, "Katakanlah yang keempat, Tuan guru."
"Keempat, jika kamu masih akan berbuat dosa dan maksiat, dan
suatu saat malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu sebelum kamu
bertobat, tolaklah ia dan janganlah mau nyawamu dicabut."
"Bagaimana mungkin, Tuan guru? Bukankah tak seorang pun mampu
menolak datangnya malaikat maut?"
Ibrahim bin adham menjawab, "Kalau kamu tahu begitu, mengapa
masih jua berbuat dosa dan maksiat? Tidakkah terpikir olehmu, jika suatu
saat malaikat maut itu datang justru ketika kamu sedang mencuri, menipu,
berzina dan melakukan dosa lainnya?"
Air mata menetes semakin deras dari kelopak mata orang tersebut,
"Wahai tuan guru, katakanlah hal yang kelima."
"Kelima, jika kamu masih akan berbuat dosa, dan tiba-tiba
malaikat maut mencabut nyawamu justru ketika sedang melakukan dosa, maka
janganlah mau kalau nanti malaikat Malik akan memasukkanmu ke dalam neraka.
Mintalah kepadanya kesempatan hidup sekali lagi agar kamu bisa bertobat dan
menambal dosa-dosamu itu."
"Bagaimana mungkin seseorang bisa minta kesempatan hidup lagi,
Tuan guru? Bukankah hidup hanya sekali?"
"Oleh karena hidup hanya sekali, Kisanak, dan kita tak pernah
tahu kapan maut akan menjemput kita, sementara semua yang telah diperbuat
pasti kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak, apakah kita masih akan
menyia-nyiakan hidup ini hanya untuk menumpuk dosa dan maksiat?"
Orang itu langsung pucat, dan dengan surau parau menahan ledakan
tangis ia mengiba, "Cukup, Tuan guru, aku tak sanggup lagi mendengarnya."
Lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan Ibrahim bin Adham. Dan sejak saat
itu, orang-orang mengenalnya sebagai seorang ahli ibadah yang jauh dari
perbuatan-perbuatan tercela.
Demikianlah, betapa indahnya jika kita mampu menjadikan iman sebagai
kekuatan pengontrol. Alangkah nikmatnya bila kita mampu menjadikan iman
sebagai cahaya yang menerangi setiap sisi jiwa dan hidup kita; sehingga kita
mampu menjalin hubungan yang mesra dan harmonis dengan Allah Sang Pencipta,
diri kita sendiri, serta lingkungan di sekeliling kita.

Kenali Dirimu

Segala puji bagi Allah yg dengan limpahan kasih sayangNya..telah menjadikan alam begitu indah., hingga Sang mentari pagi berlomba dgn cicit pipit yang bersahutan..dimana dendangnya merinai kesejukan ..dan merdunya melerai tabir kabut yg menyeruak alam.

Maakhalaqta haadza baatilaa..,sungguh tiada ada cacat yg tergores pada bongkah cintaNya..,tiada ada noda pada tirai ketulusanNya dan tiada ada rona bosan yg terbesit pada tiap janji - janjiNya.

Itulah Allah SWT..,Sang Kekasih yg kadang kita lupa tuk mengenangnya, kita lupa tuk menyapanya pada detak hari yg kian susut.,hingga cintanya yg tidak pernah pudar itu berbalas pengkhianatan hamba-hambanya yg terpuruk lembah jelaga hati yg pekat.

Terkadang diri kita menjadi khilaf..atau memang dibuat menjadi khilaf yang pesonanya menoktah pada tiap perjalanan hari, hingga kita begitu terlena menyauh cinta pada sang Fatamorgana..,padahal cinta itu begitu mengecewakan.,menyayat hati, walau berawal pada rytme yg mendayu Syurga, hingga leburnya pada akhir sang kisahnya bagai pantai di pukul ombak.hilang tak berbekas..tinggalah buih yg terseret gelombang hampa.

Itulah cinta yg tanpa terimprovisasi oleh rasa ubudiyah hingga geloranya tergerak tanpa ta'zhim yg menjiwa, akibatnya kondisi jiwa yg seharusnya terpupuk oleh Mahabah ilallah itu menjadi gersang. Hidupnya terpenuhi oleh sifat-sifat yg tak memenuhi ( puas ), karena itulah sifat sang Dunia.yg dahaganya bagai air laut yg merontangkan jiwa.

Ada sebersit untai kasih pada AlQu'ran S. 42 : 19 yg berbunyi " Allahu latiifu bi'ibaadihi yarruzuqu manyasyaau wahuwalqawiyyul'adziizu..,yg artinya Sesungguhnya Allah itu lembut terhadap hamba-hambanya , Dia memberikan rizki kpd siapa yg dikehendakinya, dan Dialah yg maha kuat lagi Maha Perkasa .." , Subhaanallah sebuah ungkapan yg tulus serta lembut dan mengandung ketegasan akan sifat kekuasaanNya. Sebuah sifat yg sempurna dimana tiada ada satu makhlukpun yang dapat menandingi sifat2 tersebut. Sehingga setiap ketentuannya yang Allah berlakukan entah berupa Rahmat dan hukuman tidak lepas dari sifat Kasih-sayang dan KeadilanNya yang hakiki.

Banyak cara dalam upaya membalas cinta Allah tsb, dengan harapan akan kedekatan yg indah selalu bersamanya, salah satunya adalah mengenal jauh tentang diri kita sendiri..Man'arafa nafsahu faqad'arafa rabbahu..barang siapa mau mengenal dirinya makan ia akan mengenal tuhanNya..,sehingga manusia-manusia yang selalu berusaha mengenal Tuhannya melalui dirinya tsb, adalah menjadikan hidupnya penuh dgn introspeksi diri..,dimana secara jujur mengakui segala kekurangannya dgn cara Muhasabah ditengah sunyinya malam, dalam derai isak tangis ampunan atas segala langkah langkahnya yg lalai.

Muhasabah dan Muqarabbah tersebbut berawal dari sebuah niatan yg kuat akan peran serta kedudukannya sebagai seorang hamba yg Dho'if , dimana segala ketergantungan dalam hidupnya bermuara serta berakhir dalam genggamanNya.,maka dgn pengakuan Allah didalam Al-qur'an yg mengatakan.." Uulaaika yusaari'uuna filkhairaati wahum lahaa saabikuuna.'Mereka itu bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan dan merekalah yg segera memperolehnya.

Itulah janji Allah kepada orang-orang yg berusaha untuk mencari kebaikan yang berwujud pada sebuah ungkapan cinta kepada Allah ( taqwa ) sehingga .." Waanna sa'yahu saufayuraa ..Usaha-usahanya tsb akan diperlihatkan (Qs 53 :40 ) baik didunia berupa ketenangan didalam hidup, serta kepuasan yang tiada berakhir didalam yaumil akhir kelak.

Contoh-contoh singkat lain dalam upaya mencari Cinta serta keridhoanNya, adalah salah satunya memelihara anak2 yatim serta mengupayakan kehidupannya, menolong para fakir miskin dengan mencarikannya sebuah solusi hidup yang terbaik, melindungi para janda-janda syuhada di medan konflik, serta orang2 yang selalu menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Dan mereka-mereka itu selalu mengais kasih dengan cara mengetuk keridhoanNya disepertiga malam.,memohon ampun atas segala peluh alpa yg telah tersimbahkan..hingga rintih pada sisipan do'anya..berbunyi..

'Rabbanaa laatudzig quluubana.ba'daidzhadaytanaa'

Wahai Allah janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepad kesesatan setelah Engkau beri petunjuk..

'Wahablanaa minladunka rahmatan..'

Dan karuniakanlah kepad kami Rahmat dari sisi Engkau..

Innaka antal wahaabu.

Sesungguhnya Engkaulah maha pemberi Rahmat.( Qs 03:08 )

Wahai Allah aku memohon padaMu terhadap apapun yg Engkau putuskan bagi hidupku..

Dan kesejukan hidup setelah matiku..

Serta kelezatan memandang wajahMu..

Dan kerinduan saat berjumpa denganmu.

Sungguh yang kurasa saat paling menyenangkan adalah saat merindu dgn Mu, dan saat yg paling indah ketika melepas rindu bersama keridhoanMu.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting