Sabtu, 13 Mei 2017

Tanda diterimanya Puasa Ramadhan

من علامات قبول الصيام ستة
Enam tanda diterimanya Puasa
1- إخلاص العبادة لله وحده: ، 
1. Ibadah ikhlas hanya karena Allah semata.
قال الله تعالى في سورة البينة: « وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ » [البينة:5]
"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk."
وقال تعالى في سورة الأنعام: « قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ » [الأنعام:162].
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam"
وعن أبي أمامة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إن الله تعالى لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصًا، وابتُغِيَ به وجهُه». [صحيح الجامع: 1856].
Dari abi amamah ra. Rasul bersabda: "tidak diterima amal seseorang kecuali di dalamnya ada keikhlasan."

2- تقوى الله تعالى في السر والعلن: قال الله تعالى:
2. Taqwa kepada Allah dlm keadaan rahasia (sendiri) atau dlm keadaan ramai (publik)
«إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ» [المائدة:27].
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”
قال الله تعالى في أول آية من آيات الصيام من سورة «البقرة»: «يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ» [البقرة:183]
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

3- صوم الأعضاء والجوارح عن ارتكاب المعاصي
3. Menahan anggota badan dari dr perbuatan maksiat

(الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ)(الرعد28 )
"orang-orang yang beriman hati mereka tentram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tentram" [QS Ar-Ra’d: 28].

Dan termsuk tanda diterimanya puasa adalah engkau membenci maksiat dan mendekatinya dan berdoa kepada Allah supaya menjauhkanmu darinya.

jika Allah menerima ketaatanmu, Dia memudahkanmu untuk melakukan amalan lain yang sebelumnya tidak dalam persangkaanmu, bahkan Dia menjauhkanmu dari maksiat meskipun engkau dekat dengannya. Allah Ta’alaa berfirman:

(فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى{5} وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى{6} فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى{7} وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى{8} وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى{9} فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى{10}) الليل:5-10).

"Maka barangsiapa memberikan hartanya dan bertakwa, dan membenarkan pahala yang terbaik, maka kami mudahkan dia kepada jalan menuju kemudahan. Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup, dan mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkannya jalan menuju kesukaran" [QS Al-Lail: 5-10].

4- الدعاء بقبول العبادات: شهر رمضان شهر إجابة الدعاء كما بشّرنا الله عز وجل، حيث قال: «شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (185) وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ» [البقرة:185].
4. Berharap diterimanya Ibadah

Bulan Ramadhan, bulan ijabahnya doa. Sbgaimna Allah tlah mmbrikan kbar gmbira kpd kita dlm firman-Nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (185)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ» [البقرة:185]
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

5- المداومة على العمل الصالح بعد رمضان
5. Membiasakan amal shalih walaupun setelah ramadhan usai.
Kebanyakan manusia bertaubat sedangkan dia selalu mengatakan: sesungguhnya aku tahu bahwa aku akan kembali. Jangan katakan seperti itu, tetapi katakan: Insya Allah saya tidak akan kembali. Dan memohon pertolongan kepada Allah dan berazam untuk tidak kembali lagi.
Diantara petunjuk Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam adalah konsisten dalam amal shalih sebagaimana dalam hadits:
فعن عائشة- رضي الله عنها - قالت: (كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا عمل عملاً أثبته) رواه مسلم.
Dari Aisyah radhiallahu anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila mengerjakan suatu amalan beliau menetapkannya.” (HR Muslim)

Amalan yang paling dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل). متفق عليه.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (Muttafaqun ‘alaihi)

6.قلب سليم
6. Hati yg bersih
Hati yang bersih adalah bekal terbaik ketika menghadap Allah, hati yang bersih pula sebagai indicator diterima amal seseorang atau tidak.
Firman Allah:

يوم لا ينفع مال ولا بنون ( 88 ) إلا من أتى الله بقلب سليم 89

"(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." ( As Syuara: 88-89 )
قال محمد بن سيرين : القلب السليم أن يعلم أن الله حق ، وأن الساعة آتية لا ريب فيها ، وأن الله يبعث من في القبور .

Muhammad bin Sirin berkata: “ Al Qalbu As Salim adalah hati yang mengetahui kebenaran Allah, tidak ragu akan hari kiamat, dan hari kebangkitan dari alam kubur.

وقال سعيد بن المسيب : القلب السليم : هو القلب الصحيح ، وهو قلب المؤمن; لأن قلب [ الكافر و ] المنافق مريض ، قال الله : ( في قلوبهم مرض  البقرة : 10
Said bin Musayib berkata; “al qalbu As Salim adalah: hati yang sehat dan tidak berpenyakit, yaitu hati orang mukmin, karena hati orang munafik terindikasi penyakit. Seperti firman Allah: “didalam hati mereka ada penyakit ( 2:10 )

Kin ieu sambungkeun sareng anu قلب رحيم pa haji. Jd rada nga bahas deui tanda hati anu سليم teh di dunia mah bisa di kanyahokeun ku anu tanda-tanda org beriman tea.

Cintanya Sahabat kepada Baginda Rasulullah saw

Kecintaan Mereka terhadap Manusia Agung.

Saya selalu terharu dan Iri hati kepada mereka yang pernah melihat kemuliaan wajahnya, kesucian jiwanya, kelembutan tutur katanya, kedamaian prilakunya.

Kecintaan para sahabat kepada baginda Nabi saw menggambarkan kepada kita semua, bahwa betapa agung dan sempurnanya fisik dan jiwa baginda Nabi saw.

Banyak teks yang shahih yang dapat kita baca kembali, mengingat kembali, memperbaharui kembali kecintaan kita kepada baginda Nabi saw.

Sebagian kecil bukti kecintaan mereka terhadap Nabi saw, diantaranya; Mereka selalu berebut untuk menyentuh Nabi saw, sampai-sampai pernah pada saat Nabi saw sedang haji, keledainya disentuh-sentuh oleh sebagian dari mereka yang tidak kebagian menyentuh Nabi saw, mereka berkata, “beruntunglah keledai ini telah diduduki oleh sayyidul anām sayyidul anbiyāi al-mursalīn".

Mereka selalu berebut sisa dari minuman Nabi saw, Bahkan mereka hampir-hampir bertengkar karena memperebutkan sisa air wudhu Nabi saw. Seperti saya temukan dalam shahih Bukhari;
wa idzā tawadhdha’a an-Nabiyyu saw kādū yaqtatilūna ‘alā wudhū’ihi

Jumat, 12 Mei 2017

Muhammad saw. Sang Pembaharu


Muhammad saw. Sang Pembaharu Tatanan Sosial

Paham kolektif manusia dalam mengenal baginda Rasulullah adalah beliau sebagai seseorang yang membawa pesan Ilahi.

Sejak permulaan sejarah, dunia telah banyak mengenal pembaharu pada setiap waktu dan tempatnya, tetapi tak ada satu pun pembaharu itu yang mampu menyamai Rasulullah di dalam melaksanakan perubahan-perubahan yang begitu revolusioner dalam suatu masyarakat yang dinaungi kegelapan dan hampir mati sebagai manusia.

Lantas apa saja pembaharuan yang dibawa oleh sang Pembaharu ini?

Ketika baginda Rasulullah hadir ke dunia ini, kita ketahui bahwa masyarakat Arab pada saat itu dalam masa-masa terbodohnya.

Seluruh kehidupan sosial Arab terjerumus ke dalam kenistaan dan pelanggaran-pelanggaran sosial. Penyembahan berhala-berhala dan politeisme, mabuk, judi, zina, merupakan tatanan-tatanan yang bersifat umum pada waktu itu.

Tak kalah menarik bagi mereka adalah membunuh bayi-bayi perempuannya. Kaum wanita adalah kaum paling rendah derajatnya, dan merupakan kehinaan dalam masyarakat Arab, mereka tak mempunyai hak sosial dan hukum.

Baginda  Rasulullah memahami betul bahwa masyarakat Arab harus menghilangkan ketidakadilan sosial dan menghapuskan kelas-kelas sosial dalam masyarakat.

Apabila kita melihat sejarah, diantara para tokoh dan pembaharu besar dalam sejarah manusia gagal memperhatikan persoalan perempuan atau bahkan meremehkannya sama sekali.

Rasulullah adalah satu-satunya tokoh dan pembeharu besar yang sangat memperhatikan nasib kaum perempuan serta meninggikan harga diri dan hak-hak sosial mereka. Pembaharuan ini menyebabkan wanita memperoleh tempat yang sama dengan laki-laki di dalam melaksanakan hak-hak sosial dan hukum serta fungsi-fungsinya.

Untuk pertama kalinya, dalam hukum waris hak perempuan diakui, tidak hanya dalam kekayaan orang tuanya, akan tetapi dalam harta kekayaan suaminya juga. Beliau mewajibkan laki-laki untuk memenuhi seluruh kebutuhan material perempuan sampai dengan memberi mereka hak untuk menuntut biaya perawatan anak-anak dan menentukan mahar perkawinan.

Ketentuan ini merupakan cara untuk menjamin status ekonomi perempuan dalam menghadapi ketidakpastian masa depan mereka. Persamaan hukum dan agama antara laki-laki dan perempuan yang diberikan oleh Islam adalah factor yang memberi kekuatan sosial (social force) dan menjamin kemerdekaan sejati perempuan terhadap laki-laki yang cenderung bersikap otoriter terhadap mereka.

Sebelumnya, gadis-gadis tidak memiliki pilihan apapun tentang perkawinannya. Atas pembaharuan ini, sekarang perempuan diberikan kebebasan untuk memilih calon suami mereka. Karena dalam pandangannya, perkawinan sebagai suatu kontrak sosial yang diadakan oleh kedua belah pihak di atas dasar persamaan dan dengan persetujuan bebas dari kedua belah pihak.

Sebelumnya, hak untuk menceraikan suami bagi mereka adalah suatu hal yang mustahil. Tetapi sekarang mereka diberi hak untuk menceraikan suami mereka dengan syarat-syarat tertentu. Walau mereka diperingatkan untuk memilih jalan lain, seperti sabdanya; “Hal yang halal yang paling tidak disukai Allah adalah perceraian.”

Paham sementara sebagian orang seolah Rasulullah adalah pencetus poligami. Nyatanya, Rasulullah mengizinkan dan bukan mewajibkan. Adapun hal itu tidak diciptakan oleh Islam, tetapi adat kebiasaan yang telah lama timbul di Arabia, karena jumlah perempuan lebih besar dan mereka kekurangan laki-laki karena sering terjadi peperangan antar suku.

Akhirnya Rasulullah mengatur system yang buruk ini dan menetapkan pembatasan-pembatasan yang keras atasnya. Laki-laki boleh mengawini wanita dua atau tiga atau empat, tetapi jika tak sanggup berlaku adil, maka kawinilah satu saja.

Ini jelas pemabatasan atas terjadinya poligami, segalanya harus diperhitungkan baik buruknya. Andai konteksnya seperti itu, maka boleh kawini lebih dari satu-empat, tetapi dengan berbuat adil, kalaupun tidak bisa, maka satu saja. Masalahnya, berbuat adil bagi laki-laki yang memiliki istri lebih dari satu adalah suatu hal yang sukar dilakukan.

Pada proses Pembaharuannya itu, banyak sekali air mata sucinya membasahi bumi.

Baginda Rasulullah yang jiwanya mulia yang diberkahi semangat Ilahi, perasaannya yang suci dan murni itu tak jarang mendapatkan siksaan yang bersifat verbal, baik caci maki, melontarkan kata-kata kotor nan menjijikan yang terdengar oleh jiwa yang mulia itu.

Tidak ada yang lebih berbahaya, tidak ada makhluk yang lebih mengerikan dan menjijikan daripada cacing-cacing yang berwawasan sempit yang bergeliat-geliat dalam habitatnya yang busuk dan tengik.

Apa yang saya kemukakan dari berbagai penjelasan yang lalu, pembaharuan tatanan sosial yang dilakukan oleh baginda Rasulullah mengenai Isu perempuan yang peka dan sedikit rumit dalam sudut pandang Islam dengan pemikiran saya.

Sebenarnya, Islam menentang adanya diskriminasi gender, secara bersamaan pula Islam menentang persamaan gender. Artinya, Islam tidak menghendaki adanya diskriminasi gender tetapi Islam juga tidak mengharapkan persamaan gender.

Lantas apa yang ingin dicapai Islam melalui sang Pembaharu ini?

Yang ingin dicapai Islam (sang Pembaharu) dalam pemikiran saya adalah menempatkan keduanya pada kedudukan alamiahnya masing-masing dalam suatu tatanan sosial.

Diskriminasi gender merupakan kejahatan, pun demikian dengan persamaan gender sebagai penyesatan. Peradaban menentang yang pertama, dan aturan alam menentang yang kedua.

Alam tidak pernah menganggap perempuan lebih rendah ataupun sama dengan laki-laki. Aturan alam menentukan keduanya sebagai perpaduan yang saling melengkapi dalam tatanan sosial.

Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah
Seorang tawanan perang dari Syam (Suriah), suratan Nasib membawanya ke rumah Khadijah binti Khuwailid, kemudian Ia menyerahkan Zaid kepada suaminya Rasulullah saw.

Ayahnya Haritsah, orang terhormat dari Syam mendatangi Mekah untuk mencari anak tersayangnya itu. Akhirnya ditemukanlah Zaid, dan Ia bermaksud membaskan anaknya itu dari Tuannya. Muhammad saw. sama sekali tidak keberatan mengembalikan Zaid kepada ayahnya. Tetapi Zaid menolak ajakan Ayahnya tsb, Ia lebih bahagia hidup sebagai budak Rasulullah drpd hidup dalam kebebasan.

Zaid berkata kepada ayahnya yg mengalami banyak penderitaan dalam upaya pencarian  anaknya itu:
"Aku melihat dalam raut wajah Muhammad secercah cahaya dan kemurnian yg tdk mungkin terpisah dari hatiku."

Memahami Konflik Suriah


Memahami konflik Suriah, banyak dari kita kurang memperhatikan (analisis) keadaan sesungguhnya yang terjadi di Suriah. Kita hanya mencerna berita-berita secara langsung, yang akhirnya kita ikut-ikutan terbawa emosi (karena merasa saudara se-agama), kita menjadi ikut-ikutan menyalahkan pihak yang mungkin sebenarnya mereka adalah pejuang-pejuang yang menyelamatkan banyak Muslim di Palestina.

Memahami Konflik Suriah memang begitu rumit, setelah beberapa tahun peperangan yang tanpa henti itu, menimbulkan 4 kubu berbeda. Tiap kubu mendapatkan bantuan dari luar negeri dan tentu tiap bantuan memiliki kepentingan-kepentingan berbeda, siapa yang mereka bantu dan siapa yang mereka perangi.
Kubu pertama, Kubu Pemerintahan Bashar Assad termasuk di dalamnya (Iran, Rusia, Hizbullah).
Kubu kedua, Pemberontak/Jabhat Nusra/Al-Qaeda termasuk didalamnya (Saudi, Turki, Jordania, USA)
Kubu ketiga, ISIS.
Kubu keempat, Kurdi.

Sebenarnya, pemicu utama terjadinya peperangan di Suriah yang tanpa henti itu, dan sekarang menjadi Negara paling gersang dan begitu anti kemanusian adalah……
Pidato Bashar Assad dalam Konferensi Gaza – Liga Arab, di Doha 2009. Di depan para penguasa Arab.
Sedikit dalam pidatonya, Assad mengajak seluruh Muslim untuk membantu rakyat Palestina dengan berbagai cara diantaranya, menutup semua kedutaan Israel, memutuskan segala bentuk hubungan, baik secara langsung atau tidak langsung dengan Israel, embargo segala yang berhubungan dengan Israel.
Dan terbukti dalam beberapa tahun ke belekang, Suriah menjadi satu-satunya Negara yang benar-benar peduli terhadap Palestina.

Melihat Jahiliyah di Sekitar Kita

Sebenarnya jahiliyah itu tak ada sangkut-pautnya dengan suatu zaman atau periode tertentu. Kalau kedatangan Islam itu memberantas kebiasaan jahiliyah, bukan berarti zaman Jahiliyah ini menjadi selesai. Sehingga zaman Jahiliyah ini dianggap sebagai zaman kebodohan pra Islam, zaman yg telah lewat dan kadaluarsa yg sudah mati dibilas habis oleh ajaran Islam.

Jahiliyah ini benar-benar lepas dari pengertian zaman/periode tertentu. Ini jelas terlihat dalam kutipan ayat Al-Qur’an berikut ini,
إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِه

"Ketika orang-orang yang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan jahiliyah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya,.. "

Ayat ini jelas membandingkan jahiliyah dengan ketenangan/menahan diri (sakinah). Tidak lantas Allah itu menurunkan Pengetahuan/kepintaran untuk menentang kesombongan Jahiliyah mereka, tapi Allah turunkan kpd baginda Rasul saw. itu ketenangan.

Maka, ini menandakan bahwa sebenarnya kata jahil (Jhl/bodoh) bukanlah lawan kata dari 'ilm (kepintaran)  melainkan "hilm" yang berarti sifat menahan diri, pengertian yg mendalam, toleran,

Jadi, Jahiliyah itu bukan mengenai kebodohan zaman tertentu, tapi Jahiliyah adalah perwujudan dari rasa kecongkakan suku semakin kuat, semangat balas dendam tak berkesudahan, membenarkan diri dan kelompoknya kemudian menyalahkan kelompok yg lain, membiasakan diri dengan sifat kasar dan kejam, membiarkan nafsu tak terkendali.
Dan tentu jahiliyah itu bisa terjadi sebelum Islam bahkan setelah kedatangan Islam.

Rabu, 07 Mei 2014

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

10 Tahun setelah kenabian, pengikut Rasul hanya berjumlah 120 orang. Akhir dari kepedihan dakwah Rasul bersama para sahabat sebelum hijrah, ketika Kaum Quraisy memboikot dan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang membela Rasul, dan mereka di tempatkan di sebuah jurang Syi'ib bani Ali. Dalam keadaan yang susah seperti itu, Paman Nabi Abu Thalib, yang senantiasa membela, menjaga Nabi, Meninggal dunia. 3 bulan kemudian, Istri tercinta Khadijah binti Khuwailid wafat. Pada saat itu Nabi sangat mengalami kesedihan yang mendalam ('Amul Huzni).

Sulitnya mengajak orang-orang Mekah untuk menyembah Allah yang esa, Kemudia Rasul SAW berpikiran untuk berdakwah ke kota lain, dan pilihan jatuh ke kota Thaif (80 KM selatan Mekah), penduduknya suku bani Tsaqif, kepala sukunya abdu Yalel. Berangkatlah Rasul SAW bersama seorang sahabatnya Zaid bin Haritsah. Singkat cerita, setelah Rasul menetap bersama Zaid selama satu bulan di Thaif, tak ada satupun yang mengikuti Rasul, tak ada satupun yang mengucapkan 2 kalimat syahadat, tak ada satupun yang menerima dakwah Rasul SAW. Bukan hanya itu, Rasul dicaci maki dengan kata-kata kotor, bahkan tokoh-tokoh Thaif mengumpulkan Preman-preman dan pemuda-pemuda untuk mengusir Rasul dari Thaif dengan cara melempari Rasul SAW dengan batu, dikatakan bahwa kedua sandal Rasul, merah berlumuran darah. Para Malaikat menawarkan diri kepada Rasul seraya berkata : " Muhammad, Kamu berdoalah kepada Allah, agar Allah memerintahkan saya untuk menghancurkan orang-orang Thaif " Malaikat itu berkata kembali : " berdoalah seperti Nabi Nuh, ketika 950 tahun hanya 80 orang pengikutnya, dan Allah kirim Air bah kepada umatnya. berdoalah seperti Musa, ketika bani Israel itu meminta di pertemukan dengan Allah langsung, supaya mereka beriman, kemudian di siang hari bolong orang-orang yang berkata seperti itu, tersambar petir. Nah seperti Nuh dan Musa yang tegas"
Kemudian Rasul berdoa : "اللهمّ اهد قومي فإنّهم لا يعلمون" " Ya Allah, berilah petunjuk kepada Kaumku (Thaif) sungguh mereka itu tidak tau".

Dengan berlumuran darah Rasul keluar dari kota Thaif, diperjalanan Rasul SAW beristirahat di bawah pohon anggur milik Athobah bin Robi'ah, dan yang menjaga kebun anggur itu budaknya yang bernama Addas. Addas terheran-heran ada dua orang berdarah-darah, Addas pun bertanya :"Siapa kalian dan kenapa kalian berdarah-darah". Diceritakanlah oleh Rasul bahwa dirinya adalah Nabi, dan menceritakan kejadian di Thaif. Addas berkata : " kalau begitu kamu adalah saudaraku ya Muhammad" Rasul bertanya : " kamu dari mana ?" Addas menjawab : " Aku dari Ninawa, saya keturunan Yunus ibn Mata (Nabi Yunus)". Kemudian Rasul di sediakan Anggur.

Sesapainya di Mekah, pada malam harinya Ketika Nabi sedang berbaring di Masjidil Haram dengan kesedihan yang mendalam sepulang dari Thaif. Datanglah Jibril atas Undangan Allah untuk menjemput Rasul, dari masjidil Haram Nabi diberjalankan ke Masjidil Aqsa, di Masjidil Aqsa Nabi disambut Para Nabi sebelumnya dan Ribuan malaikat, salah satu Nabi mengusulkan untuk shalat berjamaah dan Rasul SAW menjadi Imamnya, para Nabi dan Malaikat menyetujuinya. (Ya Allah engkau ciptakan Manusia yang agung ini menjadi Nabi kami, beruntunglah kami menjadi umatnya.)

Setelah shalat berjamaah Nabi diangkat dari Masjidil Aqsa ke Langit pertama, dan beliau bertemu dengan Nabi Adam. Nabi Adam bertanya kepada Jibril : " Jibril siapakah itu ?" JIbril menjawab : " Inilah Muhammad anakmu itu" Adam berkata : " Keselamatan bagimu, sungguh kau adalah anak terbaikku". Kemudian Nabi SAW naik ke langit selanjutnya dengan sambutan yang membahagiakan, dan memuliakan, sampai ke langit ke enam bertemu Musa Kallamullah dan langit ke tujuh bertemu Ibrahim Khalilullah. 
Sesampainya Nabi di Sidratul Muntaha, beliau berhadapan langsung dengan Allah. Disebutkan jaraknya itu "Qoba Kausain auadna" (Sekira Dua busur) di Malail 'ala, serentak Rasul tidak melihat apa-apa kecuali melihat Allah SWT.
Keindahan apapun, tidak akan lebih indah ketika Mahluk bertemu Khaliq. Andai saja Rasul itu manusia biasa, mungkin ia akan tetap tinggal disana, dari pada kembali ke dunia yang fana ini, tapi Rasul memilih kembali.

Berat sekali perjalananmu yang demikian itu Wahai Tuanku, risalah yang kau bawa, kini hanya jadi bacaan saja bagi kami yang bodoh ini. Kini kami mengucapkan shalawat untukmu, hanya sebatas untuk ritual agama saja, bukan karena benar cinta padamu.Rasa cinta kami kepadamu terkalahkan oleh cintanya kami kepada dunia ini. Maafkan Kami, disisa umur ini, semoga Allah senantiasa mengarahkan hati kami kepadamu.

Hanya ringkasan perjalanan Nabi yang singkat ini yang bisa saya Tulis, kado untukmu NabiKu.
Lebih rinci perjalanan Nabi SAW, semoga Allah memberi kuasanya untuk menuliskan Kisah Rasul SAW berikutnya.
Bagi teman-teman yang mau menyumbangkan pengetahuannya tentang perjalanan hidup Rasul SAW, bisa ditulis di komentar, yang kemudian kita rekap dan semoga menjadi sebuah tulisan singkat yang membuktikan kecintaan kita kepada Rasul tuan kita.

Post. Ahmad Fajar Bellamy

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting