Jumat, 01 Juni 2012

Alexander Agung & Iskandar Dzulqarnain

Alexander Agung (bahasa Yunani: Μέγας Ἀλέξανδρος ("Megas Alexandros"), bahasa Inggris: Alexander the Great) adalah seorang penakluk asal Makedonia. Ia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer paling jenius sepanjang zaman. Ia juga menjadi inspirasi bagi penakluk-penakluk seperti Hannibal, PompeyCaesar dari Romawi, dan Napoleon. Dalam masa pemerintahannya yang singkat, Alexander mampu menjadikan Makedonia sebagai salah satu kekaisaran terbesar di dunia. dan

Riwayat

Alexander dilahirkan pada tanggal 20 Juni 356 SM di Pella, ibu kota Makedonia, sebagai anak dari Raja Makedonia, Fillipus II, dan istrinya Olympias, seorang Putri dari Epirus. Ketika kecil, ia menyaksikan bagaimana ayahnya memperkuat pasukan Makedonia dan memenangkan berbagai pertempuran di wilayah Balkan. Ketika berumur 13 tahun, Raja Filipus mempekerjakan filsuf Yunani terkenal, Aristoteles, untuk menjadi guru pribadi bagi Alexander. Dalam tiga tahun, Aristoteles mengajarkan berbagai hal serta mendorong Alexander untuk mencintai ilmu pengetahuan, kedokteran, dan filosofi. Pada tahun 340 SM, Filipus mengumpulkan sepasukan besar tentara Makedonia dan menyerang Byzantium. Selama penyerangan itu, ia memberikan kekuasaan sementara kepada Alexander yang ketika itu berumur 16 tahun, untuk memimpin Macedonia.
Raja Phillip II meninggal tahun 336 SM oleh pembunuh gelap pada saat pernikahan putrinya. Alexander pun naik tahta menggantikan ayahnya pada usia 20 tahun. Sesaat setelah kematian Phillip, kota-kota di Yunani yang sebelumnya telah tunduk pada Makedonia seperti Athena dan Thebes memberontak. Alexander segera bertindak dan berhasil menggagalkan pemberontakan tersebut. Namun, tahun beikutnya terjadi pemberontakan kembali, dia memutuskan untuk bertindak tegas dengan mengahancurkan Thebes dan menjual seluruh penduduknya sebagai budak. Kejadian ini berhasil memadamkan keinginan kota-kota lain untuk memberontak.
Tahun 335 SM, Alexander menyerang Persia dengan membawa sekitar 42.000 pasukan. Selama dua tahun berikutnya Alexander memenangkan berbagai pertempuran melawan pasukan Persia hingga akhirnya dia berhasil mengalahkan pasukan yang dipimpin oleh Raja Persia Darius III pada 333 SM. Darius yang kabur berusaha untuk damai dengan menawarkan Alexander wilayah dan harta namun ditolak. Alexander mengatakan bahwa dia sekarang adalah Raja Asia dan hanya dia yang berhak menentukan pembagian wilayah. Alexander kemudian meneruskan ekspansi militernya hingga berhasil menaklukkan wilayah Mesir hingga ke perbatasan India sebelum terpaksa berhenti karena prajuritnya yang kelelahan karena pertempuran terus-menerus selama sepuluh tahun.
Alexander kemudian kembali ke kerajaanya untuk merencanakan ekspansi baru. Selama perjalanan ia mengeksekusi banyak satrap (semacam gubernur) dan pejabat yang bertindak melenceng sebagai contoh. Kemudian sebagai wujud terima kasih pada para prajuritnya, Alexander memberi sejumlah uang pada mereka dan menyatakan bahwa ia akan mengirim para veteran dan cacat kembali ke Makedonia. Namun tindakan ini justru diartikan sebaliknya oleh prajurit Alexander. Selain itu, mereka juga menentang sejumlah keputusan Alexander, seperti mengadopsi budaya Persia dan dimasukkanya pasukan dari Persia ke dalam barisan prajurit dari Makedonia. Sejumlah Prajurit kemudian memberontak di kota Opis. Alexander mengeksekusi para pemimpin pemberontakan tersebut, namun mengampuni para prajuritnya. Dalam upaya menciptakan perdamaian yang bertahan antara orang-orang Makedonia dan rakyat Persia, Alexander mengadakan pernikahan massal antara para perwiranya dengan wanita bangsawan dari Persia. Akan tetapi, hanya sedikit pernikahan yang bertahan lebih dari setahun.
Sewaktu di Babilonia, Alexander tiba-tiba terkena sakit parah dan mengalami demam selama 11 hari sebelumnya akhirnya meninggal pada tanggal 10 Juni 323 SM, dalam usia sekitar 33 tahun. Penyebab kematian yang sesungguhnya tidak jelas.
Setelah kematian Alexander, tidak adanya ahli waris menyebabkan terjadi perpecahan dan pertempuran antara para bawahannya. Akhirnya, setelah perselisihan bertahun-bertahun, sekitar tahun 300 SM, kekuasaan atas bekas kerajaan Alexander terbagi menjadi 4 wilayah yang masing dikuasai salah satu jendral Alexander.

Dunia pada saat kematian Alexander, menunjukkan kemaharajaannya dalam konteks geopolitik yang lebih besar
Walaupun hanya memerintah selama 13 tahun, semasa kepemimpinannya ia mampu membangun sebuah imperium yang lebih besar dari setiap imperium yang pernah ada sebelumnya. Pada saat ia meninggal, luas wilayah yang diperintah Alexander berukuran 50 kali lebih besar daripada yang diwariskan kepadanya serta mencakup tiga benua (Eropa, Afrika, dan Asia).

Penyatuan wilayah dari makedonia hingga persia oleh Alexander Agung menyebabkan terbetuknya perpaduaan kebudayaan Yunani, Mediterrrania, Mesir, dan Persia yang disebut dengan kebudayaan Hellenisme. Pengaruh Hellenisme ini bahkan sampai ke India dan Cina. Khusus di Cina, pengaruh kebudayaan ini dapat ditelusuri di antaranya dengan artefak yang ditemukan di Tunhuang.
Alexander selama ekspansinya juga mendirikan beberapa kota yang semuanya dinamai berdasakan namanya, seperti Alexandria atau Alexandropolis. Salah satu dari kota bernama Alexandria yang berada di Mesir, kelak menjadi terkenal karena perpustakaannya yang lengkap dan bertahan hingga seribu tahun lamanya serta berkembang menjadi pusat pembelajaran terhebat di dunia pada masa itu.
Gelar The Great atau Agung di belakang namanya diberikan karena kehebatannya sebagai seorang raja dan pemimpin perang lain serta keberhasilanya menaklukkan wilayah yang sangat luas hanya dalam waktu 10 tahun.
Selama ini banyak disalahpahami bahwa Dzulqarnain adalah Alexander Agung atau Alexander The Great, seorang penakluk asal Macedonia. Padahal yang dimaksud Al-Qur’an, Dzulqarnain adalah seorang shalih yang hidup di masa Nabi Ibrahim ‘Alaihi salam, bukan seorang kafir yang merupakan anak didik filosof Yunani, Aristoteles. Berikut ini kami nukilkan penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Fathul Bari tentang Dzulqarnain.
Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu membawakan kisah Dzulqarnain dalam Kitabul Fitan bab Qishshatu Ya`juj wa Ma`juj dalam Shahih-nya, sebelum bab Qaulullah ta’ala Wattakhadza Ibrahima Khalilan. Hal ini merupakan isyarat untuk melemahkan pendapat yang mengatakan bahwa Dzulqarnain yang disebut dalam Al-Qur`an adalah Iskandar Al-Yunani (Alexander Agung1). Karena Iskandar2 Al-Yunani hidup pada masa yang berdekatan dengan zaman Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Padahal perbedaan masa antara Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Nabi ‘Isa lebih dari 2.000 tahun. Dan yang nampak, Iskandar yang akhir ini dijuluki Dzulqarnain juga untuk menyamakannya dengan Iskandar yang pertama, dari sisi luasnya kerajaan dan kekuasaannya atas banyak negeri. Atau, ketika Iskandar yang kedua ini menaklukkan Persia serta membunuh raja mereka, maka dua kerajaan yang luas Persia dan Romawi berada di bawah kekuasaannya, sehingga dia dijuluki dengan Dzulqarnain (yang memiliki dua tanduk).
Dan yang benar, Dzulqarnain yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan kisahnya dalam Al-Qur`an adalah yang pertama. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari beberapa sisi:
1. Hal yang telah saya sebutkan di atas (yaitu perbedaan masa).
Yang menunjukkan bahwa Dzulqarnain lebih dahulu masanya (daripada Alexander) adalah apa yang diriwayatkan oleh Al-Fakihi dari jalan ‘Ubaid bin ‘Umair seorang tabi’in kibar (senior) bahwa Dzulqarnain menunaikan haji dengan berjalan kaki. Hal ini kemudian didengar oleh Ibrahim ‘alaihissalam, sehingga beliau menemuinya.
Juga yang diriwayatkan dari jalan ‘Atha` dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Dzulqarnain masuk ke Masjidil Haram lalu mengucapkan salam kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan menjabat tangan beliau. Dan dikatakan bahwa dialah orang yang pertama kali melakukan jabat tangan.
Juga dari jalan ‘Utsman bin Saj bahwasanya Dzulqarnain meminta kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk mendoakannya. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam lalu menjawab: “Bagaimana mungkin, sedangkan kalian telah merusak sumurku?” Dzulqarnain berkata: “Itu terjadi di luar perintahku.” Maksudnya, sebagian pasukannya melakukannya tanpa sepengetahuannya.
Ibnu Hisyam menyebutkan dalam At-Tijan bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berhukum kepada Dzulqarnain pada suatu perkara, maka dia pun menghukumi perkara itu.
Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari jalan Ali bin Ahmad bahwa Dzulqarnain datang ke Makkah serta mendapati Ibrahim dan Ismail ‘alaihissalam sedang membangun Ka’bah. Dia kemudian bertanya kepada mereka berdua. (Nabi Ibrahim menjawab): “Kami adalah dua orang hamba yang diperintah.” Dzulqarnain bertanya: “Siapa yang menjadi saksi bagi kalian?” Maka berdirilah lima akbasy dan bersaksi. Dzulqarnain lalu berkata: “Kalian telah benar.” Dia (Ali bin Ahmad) berkata: “Aku kira, akbasy yang disebutkan itu adalah bebatuan, dan mungkin saja berupa kambing.”

http://kolom-biografi.blogspot.com/2008/11/biografi-alexander-agung-sang-penakluk.html
http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/06/dzulqarnain-bukanlah-alexander-the-great/

Senin, 28 Mei 2012

Kedatangan Christopher Columbus


Pada 2 Agustus 1492, lebih dari 300.000 Yahudi diusir dari Spanyol (catatan : Yahudi sudah seringkali diusir oleh bangsa lain karena sifat buruknya, mulai dari keturunan Yahudza yang diusir dari mesir oleh firaun, diusir dari Inggris, hingga spanyol. Sesuai nama kaumnya isra = perjalanan dan el = Tuhan, yang bila diartikan adalah bangsa yang diperjalankan oleh tuhan / Allah, mereka tidak punya tanah air). Hari berikutnya yaitu 3 Agustus, Columbus berencana melakukan pelayaran ke barat dengan mengikutsertakan sekelompok Yahudi. Namun para Yahudi ini tidak bisa disebut pengungsi karena telah sejak lama rencana Columbus menarik perhatian orang-orang Yahudi yang berpengaruh. Bahkan Ratu Isabella yang mendanai pelayaran Columbus ini dipengaruhi oleh 3 Maranos (orang-orang Yahudi rahasia) yang punya pengaruh besar di istana Spanyol. Mereka adalah Luis de Santagel, seorang penarik pajak kerajaan dan pedagang penting di Valencia, Gabriel Sanchez, bendahara istana dan Juan Cabrero, seorang pengurus rumah tangga kerajaan. 3 Maranos ini mengatakan kepada ratu bahwa harta kerajaan mulai menipis, dan kemungkinan Columbus menemukan emas di Hindia. Akhirnya ratu Isabella pun rela menggadaikan perhiasannya untuk membiayai pelayaran itu.
Cristoforo Colombo (nama asli Christopher Columbus) sendiri merupakan anggota ordo knight of Christ, pecahan dari knight Templar yang dibasmi secara kejam oleh raja Philip le Bell dan Paus Clement V pada hari jumat 13 oktober tahun 1307. knight Templar kemudian terpecah menjadi beberapa ordo, beberapa diantaranya adalah knight of Teutonic (Adolf Hitler merupakan anggota ordo ini) di Jerman, knight of Malta di Malta dan knight of Christ di Italia. Pecahan knight Templar ini juga memiliki tujuan untuk menemukan suatu tanah baru yang terbebas dari pengaruh gereja katolik yang telah menguasai seluruh eropa pada masa itu.
Sejak awal, kalangan Yahudi melihat Amerika bak sebuah tanah yang penuh buah dan merupakan tanah yang dijanjikan yang bebas dari tekanan katolik Roma yang dikomandoi oleh Paus, terlebih lagi mereka diusir dari spanyol sehingga semakin memicu para Yahudi untuk migrasi ke tanah baru.
Sesampainya di tanah Amerika, pasukan ekspedisi langsung menjalankan sistem kolonialisasi (penjajahan) dengan membasmi penduduk pribumi yaitu suku Indian. Columbus bersama “boncengan” Yahudi nya melakukan pembantaian yang lebih tepat disebut pemusnahan etnis (genocide). Dua peneliti dari California University yaitu Sherburne dan Woodrow mendapatkan bahwa dalam waktu 12-20 tahun setelah kedatangan Columbus, suku Arawak yang awalnya berjumlah 8 juta orang menjadi tinggal 22.000 orang saja. Artinya lebih dari 90% penduduk asli dimusnahkan oleh Columbus dkk. dalam waktu 12-20 tahun.
Salah seorang Yahudi awak kapal Columbus bernama Luis de Torres yang pertama kali menemukan kegunaan tembakau, ia kemudian bermukim di Kuba dan bisa dikatakan dialah pionir kontrol Yahudi atas bisnis tembakau sekarang ini.
Peranan Yahudi dalam pembentukan (founding) Amerika dimulai sejak awal penemuannya, jadi tidak aneh bila sekarang Amerika sangat mendukung Israel/ Yahudi dalam menjalankan politik luar negerinya, karena pada dasarnya Amerika sendiri didirikan dan dikuasai oleh para Yahudi sejak awal berdirinya, bahkan orang-orang penting yahudi merupakan inisiator ekspedisi penemuan benua baru ini. Sejak agresi dan ekspansi inilah kaum Yahudi mulai menetap di benua Amerika.
Di dalam kelompok ekspedisi Columbus, terdapat banyak orang Yahudi, bahkan seorang Yahudi teman Columbus bernama Bernal yang bertugas sebagai dokter di kapal Santa Maria pimpinan Columbus berkhianat dan menghasut awak kapal untuk memberontak terhadap Columbus dan berhasil. Columbus pun melarikan diri pulang ke Spanyol. Columbus sendiri meninggal pada tahun 1506 dalam keadaan menyedihkan dan miskin. Betapa liciknya kaum Yahudi yang membuang seseorang yang diperalatnya bila sudah tidak dibutuhkan lagi.
Kaum Yahudi ini tidak saja hanya mendiami Kuba, Brazil juga merupakan daerah favorit kaum Yahudi Eropa untuk dijadikan tempat tinggal. Saat meletus peperangan antara Brazil dan Belanda, kaum Yahudi Eropa yang telah menetap di Brazil merasa tidak aman dan memilih untuk mengungsi ke sebuah koloni belanda di Amerika Utara yang dinamakan Nieuw Amsterdam. Gubernur Jenderal Nieuw Amsterdam saat itu Peter Stuyvessant mencium gelagat tidak baik dari eksodus orang-orang Yahudi tersebut dan berusaha meminimalisir jumlah mereka di koloninya. Namun dengan pengaruh pemodal Yahudi di Eropa yang menyokong bantuan dana Belanda di masa peperangan akhirnya kaum Yahudi pun bebas masuk ke koloni ini. Walau begitu Peter Stuyvessant tetap membatasi peranan kaum Yahudi ini di koloninya dengan membuat peraturan seperti Yahudi tidak boleh menjadi ambtenaar (pegawai pemerintahan) dan juga dilarang membuka retail dan menjual komoditas tertentu. Ternyata pembatasan ini justru membuat Kaum Yahudi ini menjadi kreatif untuk menghasilkan uang. Salah satunya dengan menjual pakaian bekas dan membuat pakaian yang kuat serta murah meriah yang terbuat dari bahan terpal, bahan layar kapal yang sekarang ini dikenal dengan nama jeans atau blue jeans. Pakaian ini dikembangkan oleh seorang Yahudi bernama Levi Strauss. Akhirnya jadilah Nieuw Amsterdam sebagai pusat perdagangan pakaian bekas. Nama Nieuw Amsterdam diberikan oleh Belanda untuk mengobati rasa rindu terhadap kampung halaman, kemudian oleh kaum Yahudi pendatang baru dinamakan New Jerusalem, akhirnya kota ini direbut oleh Inggris dari Belanda dan dinamakan New York.
Saat ini siapa yang tidak kenal New York? kota terbesar di Amerika dan merupakan pusat komunitas terbesar dan terpadat di seluruh dunia, bahkan lebih dari setengah perputaran uang dunia dikendalikan dari New York. Ini merupakan bukti bahwa sesungguhnya Yahudilah yang membangun kota New York dan menguasainya hingga kini.
Post Ahmad Fajar
Follow @Dawn_bellamy

Penemu Benua Amerika ( Dari Penjelajah Muslim & Christopher Colombus )


A.    MUSLIM SEBAGAI PENEMU AMERIKA : Sumber-sumber dan Perspektif Muslim :
Selama ribuan tahun, selalu dipersepsikan bahwa penemu Benua Amerika adalah Christopher Colombus pada 12 Oktober 1492. Menurut versi tersebut, ketika pertama kali menginjakkkan kakinya di daratan, dia menyangka mendarat di semenanjung Hindia, sehingga penduduk aslinya disebut ”Indian”.Tapi menurut versi lain, penelitian ulang yang dilakukan oleh beberapa peneliti Barat, atau penelitian dari sumber-sumber tertulis dari kalangan Muslim, ilmuan Muslim, ditemukan data-data baru bahwa Benua Amerika telah ditemukan oleh penjelajah Muslim 603 tahun sebelum Colombus menginjakkan kakinya di benua Amerika.
Literatur yang menerangkan bahwa penjelajah Muslim sudah datang ke Amerika sebelum Colombus, antara lain pakar sejarah dan geografer Abul Hassan Ali Ibnu al-Hussain al-Masudi (871-957M). Dalam bukunya Muruj Adh-Dhahabwa Maad al-Jawhar (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels / Hamparan Emas dan tambang Permata), al-Masudi telah menuliskan bahwa Khaskhas Ibnu Sa’ied Ibn Aswad, seorang penjelajah Muslim dari Cordova, Spanyol, berhasil mencapai benua Amerika pada 889M.
Al-masudi menjelaskan, semasa pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912M) di Andalusia, Khaskhas berlayar dari Pelabuhan Delbra (Palos) pada 889, menyeberangi lautan Atlantik hingga mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul). Sekembalinya dari benua asing tersebut, dia membawa pulang barang-barang yang menakjubkan, yang diduga berasal dari benua baru yang kemudian berama Amerika.
Sejak itulah, pelayaran menembus Samudera Atlantik yang saat itu dikenal sebagai ”lautan yang gelap dan berkabut”, semakin sering dilakukan oleh pedagang dan penjelajah Muslim. Literatur yang paling populer adalah essay Dr. Yossef Mroueh dalam Prepatory Committe for International Festivals to Celebrate the Millenium of the Muslims Arrival to the America tahun 1996. Dalam essay berjudul Precolumbian Muslims in America (Muslim di Amerika Pra Colombus), Dr. Mroueh menunjukkan sejumlah fakta bahwa Muslimin dari Anadalusia dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Colombus.
Pada pertengahan abad ke-10, pada masa pemerintahan Bani Umayyah Andalusia: Khalifah Abdurrahman III (929-961M), kaum Muslimin dari Afrika berlayar ke arah barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol menembus “samudera yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Dalam pelayaran itu, ada sejumlah kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu. Mereka inilah imigran Muslim gelombang pertama yang tiba di Amerika.
Masih menurut Dr. Mroueh, berdasarkan catatan sejarawan Abu Bakr Ibnu Umar al-Gutiyya, yang hidup pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam II (976-1009) di Andalusia, penjelajah dari Granada bernama Muhammad Ibnu Farrukh meninggalkan pelabuhan Kadesh, Februari 999. M.Farrukh melintasi Lautan Atlantik, mendarat di Gando (Kepulauan canary) dan berkunjung pada Raja Guanariga. Ia melanjutkan pelayaran ke arah barat, melihat dua pulau dan menamakannya dengan Cpraria serta Pluitana. Ia kembali ke Andalusia Mei 999 M.
Al-Syarif al-Idrisi (1099-1166), pakar Geografi dan ahli pembuata peta, dalam bukunya Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq (Ekskursi dari yang rindu mengharungi Ufuk) menulis, sekelompok pelaut Muslim dari Afrika Utara berlayar mengharungi samudera yang gelap dan berkabut. Ekspedisi yang berangkat dari Lisbon (Portugal) ini, dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban apa yang ada di balik samudera itu ?, berapa luasnya dan dimana batasnya?, Merekapun menemukan daratan yang penghuninya bercocok tanam.
Pelayaran melintasi samudera Atlantik dari Maroko juga dicatat oleh penjelajah Shaikh Sayn-eddin Ali bin Fadhel al-Mazandarani. Kapalnya melepas jangkar dari pelabuhan Tarfay di Maroko pada masa Sultan Abu Yacoob Sidi Yossef (1286-1307M), penguasa keenam Kekhalifahan Marinid. Rombongan ekspedisi ini mendarat di Pulau Green di Laut Karibia pada 1291. menurut Dr. Mroueh, catatan perjalanan pelaut Maroko ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuan Islam pada era sesudahnya.
Sultan-sultan dari Kerajaan Mali di Afrika Barat yang beribukota Timbuktu, juga melakukan penjelajahan hingga mendarat di benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl al-Murai (1300-1384), menulis catatan tentang geografi Timbuktu, yang waktu itu ternyata telah menjadi kota pusat peradaban dan cukup maju di Afrika Barat.
Ekspedisi laut yang berawal dari Timbuktu, antara lain dilakukan oleh Sultan Abu Bakari I (1285-1312M) yang merupakan saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337M0. Sultan Abu Bakar I melakukan dua kali ekspedisi menembus Lautan Atlantik dan mendarat di Amerika. Bahkan, penguasa Afrika Barat ini sempat menyusuri sungai Missisippi, dan mencapai pedalaman Afrika Tengah antara tahun 1309-1312. Selama berada di benua baru ini, para eksplorer ini tetap berkomunikasi dengan bahasa Arab dengan penduduk setempat. Dua abad kemudian tepatnya tahun 1513, penemuan benua Amerika ini diabadikan dalam peta berwarna yang disebut Piri Re’isi. Peta ini dipersembahkan kepada Khalifah Ottoman, Sultan Selim I, tahun 1517 di Turki. Peta ini berii informasi akurat tentang belahan bumi bahagian barat, Amerika Selatan, dan pesisir pantai Brasil. Piri sendiri sebenarnya merupakan nama seorang pejabat laut sekaligus pembuat peta kerajaan Turki Utsmani, yang berbakti pada kerajaan Turki Utsmanimasa pemerintahan Sultan Salim (1512-1520) sampai pemerintahan Sultan Sulaiman al-Qanuny (1520-1566). Gelaran ”Reis” (berasal dari bahasa Arab Raais, yang berarti panglima atau Pimpinan), diberikan pada Piri setelah yang bersangkutan memenangkan peperangan laut melawan Bendeqia.
B.     MUSLIM SEBAGAI PENEMU AMERIKA : Sumber-sumber dan Perspektif Barat :
Pertama, dalam bukunya Saga America (New York, 1980), Dr. Barry Fell, arkeolog dan ahli bahasa berkebangsaan Selandia Baru jebolan Harvard University menunjukan bukti-bukti detail bahwa berabad-abad sebelum Colombus, telah bermukim kaum Muslimin dari Afrika Utara dan Barat di beua Amerika. Tak heran jika bahasa masyarakat Indian Pima dan Algonquain memiliki beberapa kosakata yang berasal dari bahasa Arab.
Di negara bahagian Inyo dan California, Dr. Barry menemukan beberapa kaligrafi Islam yang ditulis dalam bahasa Arab salah satunya bertuliskan ”Yesus bin Maria” yang artinya ”Isa anak Maria”. Kaligrafi ini dapat dipastikan datang dari ajaran Islam yang hanya mengakui nabi Isa sebagai anak manusia dan bukan anak Tuhan. Dr. Barry menyatakan bahwa usia kaligrafi ini beberapa abad lebih tua dari usia Negara Amerika Serikat. Bahkan lebih lanjut, Dr. Barry menemukan reruntuhan, sisa-sisa peralatan, tulisan, digram, dan beberapa ilustrasi pada bebatuan untuk keperluan pendidikan di Sekolah Islam. Tulisan, diagram dan ilustrasi ini merupakan mata p[elajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi dan navigasi laut. Semuanya ditulis dalam tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara.
Penemuan sisa-sisa sekolah Islam ini ditemukan dibeberapa lokasi seperti di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon Washoe, Hickison Summit Pas (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana). Sekolah-sekolah Islam ini diperkirakan berfungsi pada tahun 700-800 M. Keterangan yang sama juga ditulis olh Donald Cyr dalam bukunya yang berjudul Exploring Rock Art (Satna barbara, 1989).
Kedua, dalam bukunya Africa and the Discovery of America (1920), pakar sejarah dari Harvard University, Loe Weiner, menulis bahwa Colombus sendiri sebenarnya juga mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar di Karibia, Amerika Utara, Tengah dan Selatan, termasuk Canada. Tapi tak seperti Colombus yang ingin menguasai dan memperbudak penduduk asli Amerika, umat Islam datang untuk berdagang, berasimilasi dan melakukan perkawinan dengan orang-orang India suku Iroquis dan Algonquin. Colombus juga mengakui, dalam pelayaran antara gibara dan Pantai Kuba, 21 Oktober 1492, ia melihat masjid berdiri diatas bukit dengan indahnya. Saat ini, reruntuhan masjid-masjid itu telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Ketiga, John Boyd Thacher dalam, bukunya Christopher Colombus yang terbit di New York, 1950, menunjukkan bahwa Colombus telah menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika sedang berlayar di dekat Cibara, bahagian tenggara pantai Cuba, ia menyaksikan mesjid di atas puncak bukit yang indah. Sementara itu , dalam rangkaian penelitian antropologis, para antropolog dan arkeolog memang menemukan reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta ayat-ayat al-Qur’an di Cuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Keempat, Clyde Ahmad Winters dalam bukunya Islam in Early North and South America, yang diterbitkan penerbit Al-Ittihad, Juli 1977, halaman 60 menyebutkan, para antropo0log yang melakukan penelitian telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Psasasti itu menerangkan bahwa imigran Muslim pertama tersebut juga membawa gajah dari Afrika.
Sedangkan Ivan Van Sertima, yang dikenal karena karyanya They Came Before Colombus, menemukan kemiripan arsitrektur bangunan penduduk asli Amerika dengan kaum Muslim Afrika. Sedang dalam bukunya yang lain African Presence in Early America, juga menegaskan tentang telah adanya pemukiman Muslim Africa sebelum kehadiran Colombus di Amerika.
Kelima, ahli sejarah Jerman, Alexander Von Wuthenan juga memberikan bukti bahwa orang-orang Islam sudah berada di Amerika tahun 300-900 M. Artinya, umat Islam sudah ada di Amertika, paling tidak setengah abad sebelum Colombus lahir. Bukti berupa ukiran kayu berbentuk kepala manusia yang mirip dengan orang Arab diperkirakan dipahat tahun 300 dan 900 M. Beberapa ukiran kayu lainnya diambil gambarnya dan diteliti, ternyata memiliki kemiripan dengan orang Mesir.
Keenam, salah satu buku karya Gavin Menzies, seorang bekas pelaut yang menerbitkan hasil penelusurannya, menemukan peta empat pulau di Karibia yang dibuat pada tahun 1424 dan ditandatangani oleh Zuanne Pissigano, kartografer dari Venezia, yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Peta ini berarti dibuat 68 tahun sebelum Colombus mendarat di Amerika. Dua pulau pada peta ini kemudian diidentifikasi sebagai Puertorico dan Guadalupe.
Henry Ford dalam bukunya The Complete International Jew, terdapat cuplikan yang menjelaskan bagaimana kondisi riil Umat Islam pada akhir kekuasaan Islam di Spanyol, yang mengalami penyiksaan yang sangat luar biasa, dan bagaimana dari penyiksaan tersebut akhirnya ada yang melarikan diri bersama rombongan Colombus ke Amerika. Dalam buku tersebut dapat disarikan sebagai berikut :
Perjalanan Colombus dimulai 3 Agustus 1492, sehari setelah jatuhnya Granada, benteng terakhir umat Islam di Spanyol. Dalam pertarungan hidup-mati itu, 300 ribu orang Yahudi diusir dari Spanyol oleh raja Ferdinand yang Kristen. Selanjutnya, dalam buku tersebut dikisahkan bagaimana perjuangan penggalanagan dana oleh kaum Yaahudi untuk mendukung perjalanan Colombus dan pada hakekatnya juga pelayaran bagi pelarian Yahudi Spanyol ke Amerika. Tapi ada bahagian informasi yang sengaja tidak dipublikasikan, yakni bahwa Colombus membawa dua kapal, yakni kapal Pinta dan Nina. Kedua kapal ini dibantu oleh nakhoda Muslim bersaudara. Martin Alonso Pinzon menakhodai kapal Pinta, dan Vicente Yanex Pinzon menakhodai kapal Nina. Keduanya menggunakan Spanyol namun keduanya sebenarnya masih keluarga Sultan Maroko Abu Zayan Muhammad III (1362-1366) yang menguasai kekhalifahan Marinid (1196-1465). Informasi tersebut juga ditemukan dalam buku karya John Boyd Thacher, Christopher Colombus, New York, 1950.
C.     MUSLIM SEBAGAI PENEMU AMERIKA : HASIL PENGAMATAN LAPANGAN DAN PERSPEKTIF SUKU-SUKU INDIAN AMERIKA (CHEROKEE)
Hari ini, kalau kita membuka peta Amerika paling mutakhir buatan Rand McNally dan mencermati nama-nama tempat. Hampir di semua bagian benua ini akan ditemukan jejak-jejak umat Islam jauh sebelum Colombus. Di tengah kota Los Angeles misalnya, terdapat kawasan Alhambra, teluk El-Morro dan al-Amitos serta nama-nama kawasan seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Al-Cazar, Alameda, Alomar, al-Mansor, Almar, Alva, Amber, Azuredan La Habra.
Di bahagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illionis terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon dan Tullahoma. Di negara bagian Washington ada kota Salem. Di Karibia (berasal dari bahasa Arab Qariiban) dan Amerika Tengah terdapat kawasan bernama Jamaika, Pulau Cuba (dari kata Quba) dengan ibukotanya Havana (dari La-Habana). Juga nama-nama pulau Grenada, Barbados, Bahama dan Nassau.
Di Amerika Selatan terdapat nama kota seperti Cordova (di Argentinma), Al-Cantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Selanjutnya , ada nama-nama pegunungan seperti Appalachian (Afala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka (Abshaaruka) di pantai barat. Kota besar di negara bagian Ohio yang terletak di muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo, nama Universitas Islam ternama pada masa kejayaan Islam di Andalusia.
Menurut Dr. Youssef Mroueh, hari ini di Amerika Utara terdapat 565 nama tempat, baik nergara bagian, kota, sungai, gunung, danau dan desa yang diambil dari nama Islamatau nama dengan akar kata dari bahasa Arab. Selebihnya, sebanyak 484 nama terdapat di Amerika Serikat dan 81 di Kanada. Nama-nama ini diberikan oleh penduduk asli yang telah ada sebelum Colombus menginjakkan kaninya di Amerika.
Dr. A. Zahoor juga menulis bahwa nama negara bagaian seperti Alabama berasal dari kata Allah Bamya. Nama negara bagian Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah dan Tenesse dari Tanasuh. Demikian njuga nama kota besar seperti Tallahassee di Florida, berasal dari bahasa Arab yang artinya ”Allah akan menganugerahkan sesuatu dikemudian hari”.
Dr. Mroueh juga menulis, beberapa nama yang dicatatnya merupakan nama kota suci seperti Mecca di Indiana. Medina merupakan nama paling populer di Amerika. Medina terdapat di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota. Medina di Ohio, Medina di Tenesse. Medina di Texas dengan penduduk 26 ribu jiwa. Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illionis, Moda di Utah dan Arva di Ontario Canada.
Ketika Colombus mendarat di kepulauan Bahama, 12 Oktober 1492, pulau itu sudah diberi nama Guanahani oleh penduduknya. Guanahani berasal dari kata Arab ikhwana (saudara), kemudian dibawa ke bahasa Mandika (kerajaan Islam di barat Afrika) yang berarti ”tempat keluarga Hani bersaudara”. Tapi kemudian Colombus secara ”seenaknya” memberinya nama San Salvador, dan merampas pulau ini dari pemilik awalnya.
Hari ini, seandainya kita mengunjungi Washington, dan sempat mengunjungi Perpustakaan Kongres (Library of Congress), dan meminta arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan Suku Indian Cherokee, salah satu suku terkemuka Indian, tahun 1787. Di arsip tersebut secara fakta akan ditemukan tandatangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama Abdel Khak and Muhammad Ibn Abdullah. Nama suku Cherokee sendiri diperkirakan berasal dari bahasa Arab Sharkee
Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam bidang perdagangan dan pemerintahan suku yang ternyata didasarkan pada hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian wanita suku Cherokee yang menutrup aurat, sedangkan kaum lelakinya memakai turban (sorban) dan gamis hingga sebatas lutut.
Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku Cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya secara perlahan punah atau dipunahkan dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadhan Ibn Wati.
Mengenai aksara Cherokee yang kemudian diteliti, digali dan dihidupkan kembali oleh seorang tokoh Cherokee modern bernama Sequoyah, adalah terdapatnya kemiripan antara aksara Cherokee yang disebut Syllabari dengan aksara Arab . Bahkan beberapa pahatan peninggalan lama Cherokee di Nevada, ternyata mempunyai kemiripan dengan aksara Arab.
Yang lebih mengherankan adalah, ternyata keterkaitan Islam/Arab tidak hanya dengan Suku Cherokke, tapi juga dengan suku-suku Indian lainnya, seperti Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu dan Zuni. Beberapa kepala suku Indian juga mengenakkan tutup kepala khas orang Islam. Misalnya kepala suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago dan Yuchi. Hal ini dibuktikan pada foto-foto antara tahun 1835 hingga 1870.

D.    Jejak Peninggalan Muslim Amerika

Di sekujur benua Amerika kita akan bisa mendapatkan jejak-jejak umat Islam gelombang pertama dan kedua, jauh sebelum kedatangan Columbus. Lihat peta Amerika hari ini buatan Rand McNally dan cermati nama-nama tempat yang ada di Amerika. Di tengah kota Los Angeles terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos, serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.
Di bagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Di negara bagian Washington misalnya, terdapat kota Salem. Lalu di Karibia (ini jelas kata Arab) dan Amerika Tengah misalnya ada nama Jamaika, Pulau Cuba (berasal dari kata Quba?) dengan ibukotanya La Habana (Havana), serta pulau-pulau Grenada, Barbados, Bahama, dan Nassau.
Kemudian Pertanyaannya “ Kenapa Sekarang Amerika Malah Menentang dan memusuhi Muslim dan Mereka Membela Mati_Matian Sang Yahudi ?” Saya Mencoba mencari jawabannya di judul Kedatangan Christopher Columbus
dan semoga ini bermanfaat , , , Amiiin Next
Follow @dawn_bellamy

Rabu, 21 Maret 2012

Satelit Iran


Setelah disebut sebagai negara dengan kemajuan teknologi tercepat di dunia beberapa waktu lalu, kali ini Iran memang ingin membuktikan semua kehebatan yang mereka miliki. Dan informasi teknologi terbaru di Iran saat ini adalah Iran akan meluncurkan satelit pengintai bernama Fajr dalam beberapa bulan ke depan. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi dalam satu laporan yang disiarkan kantor berita resmi IRNA, Sabtu (25/12).

Vahidi mengatakan bahwa Iran juga akan menempatkan di angkasa pada saat yang sama sebuah satelit lainnya, Rasad 1 (Observasi), yang peluncurannya semula akan dilakukan Agustus 2010.

"Iran sedang membangun satelit-satelit yang berbeda pada akhir tahun (Iran) (Maret 2011), satelit-sateit Fajr dan Rasad akan diluncurkan ke angkasa," kata menteri itu yang dikutip IRNA.

Kantor berita itu melaporkan Fajr yang berarti Fajar adalah satu satelit pengintai yang beroperasi dengan menggunakan tenaga surya.

"Satelit-satelit ini berbeda dari model-model sebelumnya. Mereka memiliki sistem bahan bakar yang lebih baik dan dapat berada di angkasa dalam waktu yang lebih lama," kata Vahidi.

Ia mengatakan ia mengharapkan Rasad 1 akan diserahkan kepada kementerian komunikasi dan peluncuran akan dilakukan pada ulang tahun ke-32 revolusi Islam tahun 1979 yang jatuh pada 11 Februari 2011. Pada Februari 2009, Iran meluncurkan satelit pertama buatan dalam negeri, Omid yang berarti Harapan.

Satelit Iran


Setelah disebut sebagai negara dengan kemajuan teknologi tercepat di dunia beberapa waktu lalu, kali ini Iran memang ingin membuktikan semua kehebatan yang mereka miliki. Dan informasi teknologi terbaru di Iran saat ini adalah Iran akan meluncurkan satelit pengintai bernama Fajr dalam beberapa bulan ke depan. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi dalam satu laporan yang disiarkan kantor berita resmi IRNA, Sabtu (25/12).

Vahidi mengatakan bahwa Iran juga akan menempatkan di angkasa pada saat yang sama sebuah satelit lainnya, Rasad 1 (Observasi), yang peluncurannya semula akan dilakukan Agustus 2010.

"Iran sedang membangun satelit-satelit yang berbeda pada akhir tahun (Iran) (Maret 2011), satelit-sateit Fajr dan Rasad akan diluncurkan ke angkasa," kata menteri itu yang dikutip IRNA.

Kantor berita itu melaporkan Fajr yang berarti Fajar adalah satu satelit pengintai yang beroperasi dengan menggunakan tenaga surya.

"Satelit-satelit ini berbeda dari model-model sebelumnya. Mereka memiliki sistem bahan bakar yang lebih baik dan dapat berada di angkasa dalam waktu yang lebih lama," kata Vahidi.

Ia mengatakan ia mengharapkan Rasad 1 akan diserahkan kepada kementerian komunikasi dan peluncuran akan dilakukan pada ulang tahun ke-32 revolusi Islam tahun 1979 yang jatuh pada 11 Februari 2011. Pada Februari 2009, Iran meluncurkan satelit pertama buatan dalam negeri, Omid yang berarti Harapan.

Pesawat tanpa awak Iran

Drones, alias pesawat tanpa awak, pasti diinginkan setiap militer di negara manapun. Namun jika negara itu seperti Iran, beragam sanksi bisa menghadang upaya untuk memperoleh teknologi dari luar dan membuat pesawat tempur tanpa awak tersebut.

Demi menyiasati masalah itu, Iran memilih menggunakan sumber dari dalam. Caranya, negara itu menggunakan kompetisi pengembangan UAV untuk mendorong munculnya gagasan perakitan UAV asli milik bangsa.

Hari ini Amerika mungkin menikmati keuntungan militer dan patut berterima kasih kepada angkatan udara. Tapi esok, keuntungan itu bisa jadi lenyap.

Salah satu kontestan kompetisi desain Iran, Div-e-Sepid, dipandang cukup menjanjikan. Para kontestan hingga 65 tim kini berlomba merancang pesawat tempur tanpa awak di sekitar Gunung Damavand, puncak tertinggi di Iran.

Dalam kompetisi berlabel Homa Sazan, sUASnews.com menulis bahwa para perancang pesawat menguji coba desain mereka untuk bertahan dalam misi nyata dengan kompleksitas kian meningkat. Pesawat tanpa awak mereka telah dilengkapi kamera-kamera kecil, penanda daratan saat melintasi area tersebut, pengamat laut yang mampu melihat dan menangkap tanda-tanda tersembunyi. Tak ketinggalkan pula navigasi dan penanda kordinat scara tepat demi menuntaskan misi.

Misi-misi yang ditugaskan dalam kompetisi sangat mungkin kian rumit mengingat perlombaan tahunan itu terus digelar. Dari prespektif militer, tujuan kompetisi mungkin membosankan: menemukan penyelundup lewat hutan dan menyelamatkan suplai barang.

Namun seperti jenis teknologi lain, kemampuan pesawat tanpa awak dapat digunakan untuk beragam kepentingan. Bila UAV mampu mengidentifikasi penyelundup maka ia juga berguna memastikan target dalam medan perang.

Pekan ini Iran sesumbar mengenai pesawat tanpa awak yang didesain oleh mahasiswa asal Tabriz University. The Sharapah (kupu-kupu) adalah pesawat tanpa awak yang mampu terbang tinggi, menurut pejabat Iran, bahkan bisa mencapai 15 ribu kaki.

Dilaporkan pesawat itu mampu mengudara di satu titik hingga tiga jam dan memiliki daya jelajah hingga 19 kilometer. Laporan itu muncul berbarengan dengan unjuk kemampuan militer negera itu lewat "Pekan Pertahanan Sakral".

Soal merancang pesawat tanpa awak Iran dipandang tak pernah bermalas-malasan. Bisa dibuktikan ketika milter AS menembak jatuh drone buatan Iran, Ababil-3 yang terbang di atas wilayah Irak pada 2009.

Para Mullah mungkin dipandang terlalu membuat banyak klaim ketika menyebut kemampuan produksi drone mereka. Tahun lalu mereka juga mengklaim dua dron mereka, Ra'd dan Nazir, mampu melakukan pengidentifikasian jarak jauh, berpatroli dan melakukan misi serangan dan pengeboman dengan ketepatan tinggi. Namun sebuah pesawat tanpa awak berjulukan 'duta besar kematian' drone pengebom Karrar, bisa jadi mendekati mesin 'utusan' yang cukup mengganggu.

Perang Teluk Iran vs Amerika & Sekutu di Tahun 2012


Perang Teluk Iran vs Amerika, Israel & Sekutu di Tahun 2012 Kawasan teluk semakin memanas, setelah sebelumnya Iran melakukan latihan perang militer selama 10 hari di timur Selat Hormuz yang merupakan pintu masuk Teluk Persia, berlokasi dekat dengan Teluk Oman untuk sekaligus menguji coba efektifitas tiga misil anti-kapal selam buatannya, maka baru-baru ini dikabarkan bahwa Amerika Serikat pun bersama sekutunya Israel akan turut melakukan latihan pertahanan rudal bersama yang disebut “Austere Challenge 12” pada musim semi yang akan datang.
latihan militer iran di jalur minyak dunia
Iran sendiri juga akan kembali melakukan latihan militer dalam beberapa pekan kedepan, namun kali ini akan dilaksanakan di wilayah strategis Selat Hormuz yang juga kerap disebut dengan “wilayah 90” sebagai bentuk ketegasan ancamannya pada Amerika ( Kapal Induk Amerika USS John C Stennis ) agar tidak kembali ke pangkalan militer ArmadaV mereka di wilayah Teluk Persia ( Bahrain ).

Perang ekonomi Iran vs Amerika, Israel, Eropa via blokade Selat Hormuz

Kapal induk Amerika Serikat USS John C Stennis memang pada pekan lalu telah memasuki Selat Hormuz dari pangkalannya di negara bagian Washington sejak akhir Juli, yang kemudian menuju ke arah timur Teluk Oman, bahkan USS Stennis juga turut memasuki salah satu zona latihan perang Iran yang telah dilangsungkan sejak 26 Desember 2011 yang lalu.
kapal induk bertenaga nuklir USS John C Stennis
Hal ini tentu saja dinilai sebagai suatu sikap provokatif Amerika terhadap Iran yang merasa kedaulatan mereka diwilayah teluk ( Selat Hormuz ) diganggu, kemudian ancaman pun kembali dilontarkan Iran, bahwa mereka akan menutup dan melakukan blokade di Selat Hormuz jika mereka diserang atau pun jika negara-negara Eropa menyetujui untuk dijatuhkannya sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Blokade Selat Hormuz tentu akan mengakibatkan terputusnya jalur distribusi sepertiga minyak mentah dunia dan mengancam perekonomian dunia termasuk Eropa dan Amerika Serikat.
Iran sendiri juga mengancam akan menyerang kapal Induk USS John C Stennis jika tetap nakal menuju pangkalan militer mereka di wilayah teluk. Kita lihat saja, sampai kapankah ancaman demi ancaman dan berbagai sikap provokatif ini akan berakhir menjadi sebuah serangan nyata dalam bentuk militer.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting